0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pancaroba, Masyarakat Dihimbau Waspadai Angin Kencang

dok.timlo.net/nanin
Musim pancaroba, masyarakat Boyolali dihimbau waspadai angin kencang,salah satu rumah warga rusak akibat diterjang angin puting beliung (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Memasuki musim pancaroba, masyarakat Kabupaten Boyolali dihimbau untuk mewaspadai bencana angin ribut. Di wilayah Boyolali, ada tiga kecamatan rawan bencana angin ribut. Tiga kecamatan tersebut, Karanggede, Nogosari dan Klego. Hampir setiap tahun di tiga kecamatan tersebut, selalu dilanda bencana angin ribut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Nur Khamdani mengakui, pihaknya terus mengingatkan warga agar waspada dengan perubahan musim ini. Musim pancaroba selalu identik dengan cuaca ekstrim, dimana ditandai dengan hujan deras dan angin kencang.

“Ini yang selalu kita wanti-wanti ke masyarakat untuk tetap waspada, pohon yang besar dan rawan tumbang, kita himbau untuk segera dipangkas,” ungkapnya ditemui di BPBD, Sabtu (4/4).

Disisi lain, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan wilayah-wilayah yang rawan bencana, baik itu angin ribut, banjir dan tanah longsor. Pendataan dilakukan di 19 kecamatan. Dari data ini nanti akan dijadikan pedoman dalam mengantisipasi terjadinya bencana. Selain itu, pihaknya juga akan melibatkan masyarakat dengan membentuk forum resiko bencana.

”Dulu kita fokus pada penanggulangan bencana,tapi kali ini, fokus kita adalah pengurangan bencana,” imbuhnya.

Selama memasuki musim pancaroba, bulan Maret kemarin, dua kejadian angin putting beliung melanda wilayah Desa Sembungan, Nogosari dan Desa Andong, Kecamatan Andong. Di Dusun Cabean, Desa Sembungan, dua rumah roboh dan puluhan rumah rusak akibat terjangan angin. Sementara di Dusun Duwet, Desa Andong, satu rumah roboh. Selain itu, banjir juga melanda wilayah Desa Ngleses, Juwangi, akibat meluapnya sungai Serang.

 

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge