0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tersangka Kasus Dana Purna Bakti Seret Nama Lain

Empat tersangka mantan anggota DPRD 1999-2004 kasus korupsi dana purnabakti mendesak kejari juga mengusut anggota DPRD lainnya (Timlo.net - Nanin)

Boyolali – Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali didesak untuk mengusut anggota DPRD periode 1999-2004 dalam kasus korupsi dana purnabakti yang merugikan negara sebesar Rp 3,2 Milliar. Dalam kasus korupsi ini, enam anggota DPRD sudah dinyatakan bersalah.

Salah satu tersangka, Probo Suhartono, menyayangkan kejari hanya menetapkan empat tersangka, sementara anggota DPRD 2004 lainya tidak masuk dalam penyidikan. Padahal, saat itu, ke 45 anggota DPRD ikut menikmati dana purnabakti, masing-masing Rp 25 juta.

“Kenapa hanya kepada kita, yang saat itu menjabat di panitia rumah tangga, lha mantan anggota yang lain gimana, mereka juga turut menikmati,” kata Probo didampingi Isa Anshori, Sabtu (04/05).

Saat ini, Probo bersama tiga mantan yang ditelah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka terdiri dari Isa Anshori, Fathoni dan Saifudin.

Diakui, kasus ini sempat mandek selama hampir 10 tahun, usai ditetapkanya mantan ketua DPRD, Miyono dan wakil pimpinan, Subakir sebagai tersangka. Keduanya sudah menjalani putusan hukuman selama 2 tahun. Pria yang akrab disapa Beton ini berharap Kejari Boyolali tuntas menyelesaikan kasus tersebut.

Kasus dugaan pidana korupsi mencuat setelah DPRD periode 1999-2004 menyetujui penetapan perubahan perda No. 4 tahun 2004 tentang kedudukan keuangan DPRD Boyolali. Perda ini mengatur tunjangan perbaikan penghasilan, tunjangan kesejahteraan, tunjangan purnabakti, tunjangan perjalanan dinas tetap, dan biaya penunjangan operasional pimpinan.

“Saya juga ingin meluruskan kebijakan itu adalah kebijakan dua pihak, legislatif dan eksekutif,”jelasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge