0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dilarang Naikkan Tarif, Organda Sragen Ancam Mogok

dok.timlo.net/agung widodo
Angkutan Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Pasca kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar sebesar Rp 500 per liter beberapa waktu lalu, membuat sejumlah sopir angkutan Sragen resah.

Setelah bingung menentukan tarif. Kini giliran Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Sragen mengancam akan melakukan aksi mogok beroperasi,. Hal tersebut bakal dilakukan jika pemerintah masih melarang angkutan umum menaikkan tarif.

Sikap Organda Sragen tersebut sebagai bentuk protes atas pernyataan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang melarang angkutan umum menaikkan tarif.

Ketua Organda Sragen, Sunarmo, mengatakan akan mengerahkan 3.000 sopir di Bumi Sukowati untuk mogok beroperasi. Menurutnya, seharusnya pemerintah tidak hanya bisa melarang, tetapi harus memberikan solusi bagi sopir angkutan.

“Kalau tarif angkutan tidak dinaikan, yang akan dirugikan sopir angkutan. Selain harga BBM naik, harga suku cadang angkutan juga ikut naik. Jadi semakin besar biaya operasional sopir,” kata Sunarmo ketika ditemui wartawan di Terminal Pilangsari, Sragen belum lama ini.

Dia mengungkapkan, tarif angkutan umum di Sragen sudah naik Rp 500 di setiap jalurnya. Untuk angkutan perkotaan yang awalnya Rp 3.500 per penumpang menjadi Rp 4.000 per penumpang. Sedangkan untuk angkutan perdesaan batas bawah naik menjadi Rp 4.500 per penumpang dan batas atasnya Rp 8.500 per penumpang.

Sunarmo menambahkan, biaya operasional angkutan umum saat ini sangat tinggi. Selain harus memikirkan masalah biaya operasional, juga terjadi penurunan jumlah penumpang.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge