0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perjalanan Panjang Tukang Bubur Meraih Sukses

Ate Rushendi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Perjuangan keras Ate Rushendi berjualan bubur patut menjadi teladan. Berawal dari jualan keliling di kota Malang, Jatim, ia sukses menjadi pengusaha bubur ternama.

Bubur menjadi bagian dari perjalanan hidup Abah Odil, panggilan akrabnya. Dari sekian usaha yang coba dijalaninya, Abah Odil menetapkan hati untuk menjadi tukang bubur.

“Bisnis sebagai tukang bubur berangkat dari keterpurukan, habis-habisan, ekonomi saya di bawah minus. Barang-barang banyak yang ikut terjual. Ini bisnis sudah ke-19 kali, dari saat masih bekerja sebagai karyawan, sampai keluar dari pekerjaan,” kenang Abah Odil, Kamis (1/4).

Setelah mencoba pelbagai peluang usaha dan selalu gagal, Abah akhirnya memilih dan mulai mendorong gerobak bubur pada 2004. Dia sadar betul usaha yang dirintisnya itu tidak langsung mendatangkan keuntungan besar.

Butuh usaha keras dan energi maksimal untuk mewujudkannya. Apalagi warga Kota Malang identik dengan makanan bakso dan nasi pecel.

Pertama kali mendorong gerobak bubur, omzet Abah Odil hanya Rp 15.000 per hari. Agar bisa bertahan, Abah Odil menambah modalnya. Namun bukan dalam bentuk uang, melainkan berupa kesabaran.

“Saya berusaha sabar, saya sedang diuji. Keesokan harinya kami untung Rp 18.000, kemudian naik menjadi Rp 25.000. Sabar, sabar dan tawakal,” ungkapnya.

Kesabarannya membuahkan hasil positif. Kemampuan Abah meracik bubur ayam khas Tasikmalaya, berhasil mencuri hati konsumen.

Perlahan tapi pasti, bisnis buburnya semakin besar seiring semakin banyak pelanggan yang gandrung ras khas bubur Jawa Barat di wilayah timur Jawa.

Kini, sudah 11 tahun Abah Odil hidup dari gurihnya bisnis bubur ayam. Bedanya, Abah Odil kini tak lagi mendorong gerobak.

Dia sudah memiliki 4 cabang di sekitar Kota Malang. Dari satu cabang saja, 350-400 mangkok bubur ludes dalam sehari. Tidak heran jika omzetnya melambung tinggi hingga menyentuh Rp 1,3 Miliar per tahun.

Seperti cerita di televisi, Abah Odil pun berniat melaksanakan rukun Islam ke lima.

“Insya Allah 2016 saya berangkat haji. Rezekinya memang dari bubur saya bisa beribadah. Subhanallah, saya bisa membahagiakan 15 karyawan, anak dan istri,” katanya.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge