0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Uang Kas Raib Rp. 22 M, Walikota Semarang Diperiksa

dok.merdeka.com
Hendrar Prihadi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, diperiksa atas raibnya uang kas daerah Pemerintah Kota Semarang sebesar Rp 22 Miliar saat disimpan di Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN).

Selain Hendrar Prihadi, lanjut Djihartono, mereka juga sudah memeriksa mantan Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip.

“Keduanya diperiksa kemarin,” kata Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Djihartono, Kamis (2/4).

Namun, Djihartono enggan menjelaskan rincian hasil pemeriksaan kedua orang itu. Hingga saat ini, lanjut dia, polisi sudah memeriksa sepuluh saksi dalam kasus itu.

“Sudah 10 saksi, termasuk keduanya,” tambah Djihartono.

Djihartono berjanji bakal membeberkan perkembangan penanganan kasus itu secepatnya.

Dana kas daerah senilai Rp 22 miliar disimpan di BTPN diketahui hilang saat akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Pada 2007, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemkot Semarang menyimpan uang di tujuh bank, salah satunya Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN).

Menurut mereka, selama ini laporan pengelolaan uang seperti rekening koran dan sebagainya berjalan lancar.

Sesuai rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan, dana kas daerah selama ini disimpan di layanan giro dipindah ke deposito. Hal itu dilakukan pada November 2014, dengan mendapat bukti tanda terima sertifikat deposito.

Kemudian dalam rekomendasi BPK selanjutnya, dilakukan pembaruan MoU dengan mengundang tujuh perbankan pada 6 Januari 2015. Tetapi salah satu perbankan, yakni BTPN, ternyata tidak hadir dalam kesempatan itu.

“Kami jadi curiga. Makanya, kami lakukan penelusuran ke BTPN dengan menunjukkan sertifikat deposito dan laporan rekening koran yang kami terima secara berkala. Namun, sertifikat itu ternyata tidak diakui,” katanya Kepala DPKAD Kota Semarang, Yudi.

[ary]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge