0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Dana Purnabakti, Empat Tersangka Diperiksa Kejari

dok.timlo.net/nanin
Kantor kejaksaan Negeri Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali – Setelah mangkrak beberapa tahun, Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali kembali mengusut kasus dugaan korupsi dana purnabakti DPRD periode 1999-2004. Kejari memanggil empat mantan anggota DPRD sebagai tersangka.

Empat tersangka mantan anggota DPRD periode 1999-2004, yakni Isa Ansori, Probo Suhartono, Syaifudin dan Fathoni. Mereka diduga terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp 3,2 Miliar.

Kajari Boyolali, Andi Murji Mahfud, melalui Kasi Pidsus, Agus Robani dan Kasi Intel, Faetony Yosi Abdulah, mengatakan telah memanggil para tersangka. Hanya, penyidikan untuk sementara dihentikan, pasalnya keempat tersangka belum didampingi penasehat hukum.

“Kita hentikan, kita lanjutkan minggu depan. Mereka kan harus didampingi penasehat hukum, kita tunggu itu,” ungkap Agus Robani, Kamis (2/4).

Keempat mantan legislator itu hadir ke Kejaksaan sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka datang tanpa didampingi penasehat hukum.

Kejari sudah menawarkan penasehat hukum. Namun, para tersangka akan menunjuk sendiri penasehat hukum yang akan mendampinginya.

Selain menjalani pemeriksaan, keempat mantan anggota dewan ini juga dibawa ke Poliklinik Bhayangkara Polres Boyolali untuk menjalani pemeriksaan medis.

Pemeriksaan terhadap empat tersangka ini merupakan pengembangan dari dua terpidana sebelumnya, yaitu mantan ketua DPRD Boyolali, Miyono dan mantan Wakil Ketua DPRD Boyolali, Subakir. Keduanya sudah diputus di pengadilan.

Salah satu tersangka, Probo Suhartono, menyatakan sebagai warga Negara yang baik dan taat hukum siap menghadapi proses hukum. Namun dia menyebut, pengusutan kembali kasus ini berbau politis. Dia juga mempertanyakan, mengapa hanya empat orang ini saja.

“Mestinya 43 mantan anggota Dewan 1999-2004 dipanggil semua, termasuk dari pihak eksekutif,” tambahnya.

Sebelumnya, Miyono divonis hukuman penjara selama 2,5 tahun oleh pengadilan Tipikor. Sedangkan Subakir divonis 2,5 tahun.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge