0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polri Bantu Buru 10 Tahanan BNN yang Kabur

ilustrasi tahanan bnn (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Polri membentuk tim untuk membantu Badan Narkotika Nasional (BNN), memburu 10 napi yang melarikan diri dari tahanan pada Selasa (31/3) dini hari. Saat ini tim tersebut dalam pemburuan para napi kasus narkotika yang tengah buron tersebut.

“Kita sedang bentuk tim. Tapi, kita tidak akan beritahu kerjanya,” kata Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Anton Charliyan, di Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (1/4).

Menurut Anton, tim tersebut masih menyelidiki penyebab para napi tersebut bisa melarikan diri. Oleh sebab itu, Akpol lulusan 1984 ini belum dapat menyimpulkan mengenai penyebab kaburnya para napi itu, karena peran internal BNN.

“Jangan menduga, jangan berasumsi. Kita bicara fakta saja,” ujar dia.

Seperti diketahui sebanyak 10 tahanan melanggeng bebas dari BNN Selasa (31/3) kemarin. Mereka adalah Abdullah alias Dulah, 35, warga Langsa Baro, Aceh Timur, Samsul Bahri alias Kombet, 42, warga Julok, Aceh Timur, Hamdani Razali, 36, warga Darul Aman, Aceh Timur, Hasan Basri, 35, warga Idi, Aceh Timur, Usman alias Raoh, 42, warga Peureulak Barat, Aceh Timur.

Kelimanya merupakan anggota jaringan Aceh, yang terlibat dalam peredaran sabu-sabu sebanyak 77,3 kilogram, yang ditangkap pada 15 Februari 2015 lalu. Kemudian ada dua anggota jaringan peredaran sabu-sabu sebanyak 25,2 kilogram, di tempat pemakaman San Diego Hill, Karawang, Jawa Barat, yang diringkus 19 Maret 2015 kemarin.

Mereka adalah Apip Apriansyah, 33, warga Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok, Jabar, M. Husein, 42, warga Punti Matangkuli, Aceh Utara. Selanjutnya ada Erick Yustin (33) kaki tangan bandar narkoba asal Nigeria, Sylvester Obiekwe yang terlibat dalam peredaran 7,6 kilogram sabu-sabu, yang ditangkap pada 30 Januari 2015 di Cempaka Wangi, Jakarta Pusat.

Dan Harry Radiawana alias Pakde, 47, warga Bekasi Barat, yang terlibat transaksi 5,3 kilogram sabu-sabu dan 127 butir ekstasi di Lebak Bulus, pada 4 Februari 2015 silam. Terakhir Franky Gozali alias Thomas, 34, warga Makassar yang merupakan tahanan titipan BNN Provinsi DKI Jakarta. Berkas kasusnya sudah P-21 dan akan diserahkan ke kejaksaan Kamis (2/4) pekan ini.

[rnd]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge