0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertamina Naikkan Harga Elpiji Rp 8 Ribu Pertabung 12 Kg

Ilustrasi Elpiji 12 kg (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Penjualan BBM jenis premium yang disalurkan Pertamina mengalami kerugian sebesar Rp 600 per liter. Karena itu Pertamina mencari cara lain untuk menutupi kerugian dari penjualan premium. Caranya dengan menaikkan harga elpiji 12 kilogram.

Perusahaan minyak milik negara ini diam-diam menaikkan harga elpiji non subsidi sebesar Rp 666,67 perkilogram atau Rp 8.000 per tabung. Dengan kenaikan ini, maka harga elpiji non subsidi atau 12 kilogram menjadi Rp 142.000 per tabung. Harga baru itu berlaku mulai hari ini.

“Sedangkan untuk Solar disebutkan impas, artinya Pertamina tidak mendapatkan apa-apa. Oleh karena itu, agar tidak mengalami kerugian yang sama, maka diam-diam Pertamina menaikkan harga LPG 12 Kilogram sebesar Rp 666,67 perkilogram,” ujar Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang, Rabu (1/4).

Sementara, Plt Dirjen Migas I Nyoman Wiratmaja mengaku, penjualan BBM jenis premium masih minus Rp 48 miliar per hari (dengan asumsi penjualan 80 juta liter). Pengakuan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI.

Pemerintah sendiri juga mengaku, masih menanggung rugi meski sudah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Sebab, besaran penaikan harga yang ditetapkan masih di bawah nilai keekonomiannya.

“Saat ini kami masih berutang. Untuk itu kami meminta Pertamina mengadministrasikan sehingga di akhir tahun nanti bisa ditampilkan berapa perhitungan-perhitungannya,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Senin (30/3).

Berdasarkan kalkulasi, kata Sudirman, harga keekonomian premium seharusnya Rp 7.900 per liter. Namun, pemerintah hanya menaikkan menjadi Rp 7.400 per liter– Jawa, Madura, dan Bali (Jamali)– dan Rp 7.300 per liter–di luar Jamali–dari sebelumnya Rp 6.800 per liter.

Sementara, harga keekonomian solar Rp 7.900 per liter. Namun, pemerintah menyubsidi Rp 1.000 per liter, sehingga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter dari sebelumnya 6.400 per liter.

[noe]

Sumber : Merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge