0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pasca Banjir, Dinkes Waspadai Diare dan DBD

dok.timlo.net/aditya wijaya
Banjir di Kecamatan Cawas (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten – Pasca banjir melanda enam kecamatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mewaspadai ancaman penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) dan Diare. Kewaspadaan itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kadinkes Klaten, Edy Hartanto, Rabu (4/1).

“Pemantauan terhadap perkembangan kesehatan warga terus kami lakukan, karena pascamusibah banjir ada beberapa penyakit yang mudah menyerang. Seperti DBD, gatal-gatal, diare dan ispa,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Edy menjelaskan, pihaknya sudah terjun ke lapangan berkoordinasi dengan BPBD Klaten untuk mengetahui kondisi warga di wilayah terkena dampak banjir. Disisi lain, Dinkes Klaten juga memantau kesehatan warga yang masih mengungsi di rumah warga lainnya.

“Kami juga sudah meminta Puskesmas yang berada di wilayah terdampak banjir untuk waspada terutama terhadap penularan penyakit DBD dan Diare. Selain itu, kami juga berkeliling ke pemukiman melakukan sosialisasi agar warga peduli terhadap kebersihan lingkungannya,” katanya.

Seperti diketahui, pada Sabtu (28/3) malam pekan lalu, hujan deras selama beberapa jam membuat debit Sungai Dengkeng meningkat tajam. Sebanyak 11 desa di enam kecamatan, yakni Kecamatan Prambanan, Gantiwarno, Cawas, Bayat, Trucuk dan Wedi terdampak luapan air. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu tetapi beberapa warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat saudara sampai air surut kembali.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge