0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dewan: UN CBT Jangan Sampai Rugikan Siswa

dok.timlo.net/gg
Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti (dok.timlo.net/gg)

Solo —  Kalangan DPRD Solo meminta pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis sistem Computer Base Test (CBT) di sejumlah sekolah di Solo dipersiapkan dengan baik. Hal yang perlu dipersiapkan seperti penyediaan genset dan kesiapan server.

Untuk diketahui, tahun ini ada 4 SMA dan 8 SMK  di Solo yang UN-nya menggunakan sistem CBT. Empat SMA itu yakni SMAN 1, SMAN 3, SMA Regina Pacis dan SMA Batik. Kemudian untuk SMK yakni SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, SMKN 9 dan SMK Al Islam.

“Kemarin, Kepala SMA 1, Pak Toyyibun menyampaikan SMA 1 belum siap. Perangkat dan komputernya belum siap. Jadi, bagi SMA/SMK yang ditunjuk tidak usah gengsi kalau memang tidak siap. Kalau tidak siap, nanti kasihan siswanya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti kepada wartawan, Rabu (1/4).

Menurut Hartanti, bagi sekolah yang siap, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Solo juga harus menyiapkan UN sistem CBT dengan baik. Misalnya ketersediaan genset untuk mengantisipasi listrik padam.

Sekretaris Komisi IV DPRD Solo, Asih Sunjoto juga mempertanyakan kesiapan server dalam UN sistem CBT. “Servernya pusat itu siap atau tidak. Perlu dipastikan saat menerima data sekian ribu secara bersamaan itu, servernya tidak bermasalah,” ungkapnya.

Senada, Wakil Ketua DPRD Solo, Abdul Ghofar Ismail mengatakan, pemerintah pusat harus memastikan kesiapan UN sistem CBT agar siswa tidak dirugikan. Jangan sampai, pelaksanaanya dikatakan canggih, tetapi nantinya malah merugikan siswa.

“Jangan dibuat online terus malah tidak siap. Ketika dipakai banyak orang, servernya mampu tidak,” katanya.

Meskipun UN sistem CBT merupakan kebijakan pusat, Ghofar meminta Dikpora tidak hanya diam jika memang merasa belum siap menggelar UN sistem CBT. Ia menyarankan Dikpora memberi usulan ke pusat.

“Jangan hanya beralasan tidak tahu karena dari pusat. Dikpora kan tahu lapangan, sehingga usul saja ke pusat. Jangan berkilah ini pusat, tetapi harus mengusulkan bagaimana itu bisa diantispasi,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge