0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

TNI Aktif Jadi Staf Kepresidenan Dikritik

dok.merdeka.com
Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, mengkritik keras pengangkatan Mayjen Andogo Wiradi, sebagai Deputi V Bidang Prediksi dan Analisis Informasi Strategis. Menurutnya, TNI aktif tidak bisa menjabat di dua lembaga.

“Penempatan prajurit aktif sebagai Deputi V bidang analisis data dan informasi strategis Kantor Staf Kepresidenan, Mayjen TNI Andogo Wiradi dapat dianggap sebagai pelanggaran terhadap UU TNI No 34/2004,” kata TB Hasanuddin, melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (1/4).

Hasanuddin yang juga pensiunan TNI ini menjelaskan, dalam Pasal 47 ayat 1 UU TNI No 34/2004, disebutkan, prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah pensiun dari dinas aktif . Sementara dalam Pasal 47 ayat 2 dijelaskan, prajurit aktif dapat menduduki kantor yang membidangi koordinator bidang politik dan keamanan (Polhukam), pertahanan negara (Kemhan), sekretaris militer (termasuk ajudan), intelijen negara (termasuk BIN dan BNPT), sandi negara, Lemhanas, Wantanas, SAR Nasional, BNN dan MA .

“Jadi hanya ada 10 lembaga yang dapat dijabat oleh prajurit aktif, sehingga Keppres penempatan perwira aktif di staf kepresidenan yang dikeluarkan presiden Jokowi telah melanggar undang undang,” tandasnya.

[lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

KEMBALI KE ATAS badge