0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tim 9 Minta Pemerintah Jangan Gegabah Blokir Situs

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pemerintah diminta menyeleksi situs-situs dakwah sebelum diblokir. Pemerintah jangan menelan mentah-mentah rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Saya rasa sebaiknya memang rekomendasi dari BNPT itu tidak mentah-mentah diterima oleh menteri. Menteri menyeleksi lagi. Jadi ada tim verifikasi. Sebab, akhirnya yang punya kewenangan kan menteri. Jadi jangan mentah-mentah,” kata Anggota Tim 9, Jimly Asshiddiqie, Rabu (1/4).

Jimly mengatakan pentingnya penyeleksian situs itu sebelum diblokir karena ada beberapa situs Islam yang dianggap tidak membahayakan.

“Kalau BNPT dia kan mau maksimum mintanya. Mintanya 100, tapi menteri bisa beri pertimbangan. Dari permintaan 100, dikasih 75. Nah ini kesannya tidak ada klarifikasi dan penyaringan,” ujarnya.

“Seakan-akan ada kesan sikat dulu, urusan belakangan. Seperti memberlakukan beban pembuktian terbalik. Sikat dulu, sampai yang bersangkutan membuktikan bahwa dia tidak salah,” lanjutnya.

Sebab, kata Jimly, jika tidak diseleksi juga akan mengganggu prinsip kebebasan pers.

“Kalau ini dibiarkan bisa ganggu juga prinsip-prinsip freedom of the press. Nanti bisa aja pemerintah lakukan tindakan yang sama. Dibredel dulu, baru urusan belakangan,” ujarnya.

Jimly juga khawatir adanya Islam phobia atas peristiwa ini. Di mana orang-orang menjadi takut dengan agama Islam. Namun, Jimly masih yakin Indonesia dengan mayoritas penduduknya Islam dapat menyebarkan ajaran yang cinta damai selain terorisme.

“Nah yang dikhawatirkan sebagian orang begitu. Tapi saya kira sebaiknya jangan dulu terlalu jauh lah. Insya allah para pejabat ini kan Islam semua.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge