0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tren Deflasi Tumbang

dok.merdeka.com
(Ilustrasi) Uang bank (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Tren deflasi sejak awal 2015 lalu akhirnya tumbang juga. Pada Maret kemarin, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,17 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan penaikan harga BBM pada 1 dan 28 Maret menyumbang inflasi sebesar 0,15 persen.

“Perubahan harga terhadap Februari sebesar 4,01 persen. Itu terjadi karena penyesuaian harga minyak mentah dunia,” ujarnya, Rabu (1/4).

Dia melanjutkan, harga beras dan bawang merah juga mendorong inflasi. Jika harga beras menyumbang 0,09 persen, maka kontribusi bawang merah sebesar 0,1 persen.

“Ada kenaikan di 58 kota. Kenaikan tertinggi di Gorontalo sebesar 15 persen. Sehingga harga beras ini harus dikontrol,” kata dia.

Di luar itu, penaikan harga gas elpiji 12 kilogram sebesar Rp 5 ribu per tabung pada 1 Maret lalu juga turut menyumbang inflasi sebesar 0,03 persen. Kemudian, rokok kretek filter juga memberikan andil sebesar 0,02 persen.

“Karena penyesuaian tarif cukai. Kenaikan ada di 49 kota,” tegas dia.

Di sisi lain, penurunan harga cabe merah, daging ayam, dan tarif listrik menjadi penghambat laju inflasi.

“Cabe merah andilnya 0,09 persen terhadap deflasi dan tarif listrik andilnya deflasi 0,01. Penurunannya terjadi rata-rata di berbagai daerah sebesar 0,54 persen,” pungkas dia.

[yud]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge