0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemantauan Raskin di Karanganyar Diperketat

dok.timlo.net/nanang rahadian
Gudang penyimpan Raskin (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bakal memperketat pemantauan pembagian beras miskin (Raskin) di sejumlah wilayah Karanganyar. Pasalnya, muncul kekhawatiran bahwa Raskin yang telah disalurkan kepada masyarakat justru dijual kembali.

Kabag Perekonomian Setda Karanganyar Timotius Suryadi mengatakan, pihaknya akan mengawasi dan mengantisipasi peredaran Raskin di pasaran, terutama di kalangan pengepul. Dirinya akan mengambil tindakan jika ditemukan pihak yang sengaja membeli dari Rumah Tangga Sasaran (RTS), guna dijual kembali. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk menentukan regulasi yang tepat celah-celah penindakan.

“Kami akan memperketat pengawasannya. Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan pihak Polres dan Kejaksaan,” tegas Timotius kepada wartawan, Rabu (1/4).

Menurut Timotius, Raskin tak bisa dibagikan di luar penerima RTS terdaftar. Namun, apabila RTS terdaftar tersebut memberikan Raskinnya kepada orang, hal tersebut dikembalikan ke RTS bersangkutan. Namun, dirinya menegaskan Raskin hanya boleh disalurkan kepada RTS terdaftar.

“Supaya tidak timbul gejolak, maka pengelolaan program Raskin tersebut butuh perhatian betul,” sebutnya.

Ketika penyaluran Raskin mengalami kendala keterlambatan, hal tersebut berdampak pada kenaikan harga beras. Ketika Raskin mulai tersalurkan, imbasnya harga beras menjadi stagnan. Selanjutnya, ketika penyalurannya mulai stabil, terjadi penurunan harga beras di pasaran.

Sebagai gambaran, di Karanganyar terdapat 51.638 RTS penerima Raskin di tahun 2015. Pembagian dilakukan dalam durasi 12 bulan dengan jatah 15 kilogram per bulan.

“Hal tersebut menunjukkan program Raskin sangat penting untuk menjadi stabilitas harga beras,” imbuh Timotius.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge