0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngemplang Pajak, Pengusaha Asal Solo Divonis 1 Tahun

dok.timlo.net/ist
Budiati (dok.timlo.net/ist)

Solo — Direktur PT Muncul Lestari Makmur Mandiri (MLMM), Budiati (45) warga Duren Sawit, Jakarta Timur akhirnya diputus bersalah dan dihukum penjara selama 1 tahun dan denda 2 kali lipat oleh pihak Mahkamah Agung (MA). Kasus pengusaha asal Solo itu, ditangani pihak MA setelah pihak Pengadilan Negeri (PN) Solo menyatakan terdakwa bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait pelanggaran Pasal 39 ayat 1 huruf (c) UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP).

Kasus bermula saat, Direktorat Jendral Pajak (DJP) Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Tengah II mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) terkait dugaan pelanggaran Pasal 39 ayat 1 huruf (c) UU KUP. Setelah dikeluarkannya Sprindik, disusul dengan pengeluaran Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tahap pertama dan kedua yang disampaikan ke Kejari Solo melalui Koordinator Pengawas PPNS Polresta Solo.

“Kasus telah bergulir sejak 2011 lalu,” jelas Kepala DJP Kanwil Jateng II, Yoyok Satiotomo dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (1/4) siang.

Setelah dilakukan penyidikan, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa  dengan hukuman penjara 1 tahun dan percobaan selama 2 tahun. Tak hanya itu, tuntutan yang diajukan tahun 2012 tersebut, juga mengharuskan terdakwa untuk membayar denda senilai Rp. 4,7 miliar. Hingga akhirnya, tahun 2013 lalu putusan mencengangkan dibacakan oleh majelis hakim PN Solo yakni terdakwa (Budiarti) tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelanggaran pasal 39 ayat 1 huruf (c) UU KUP.

“Tahun 2013 lalu, putusan majelis hakim PN Solo sangat mencengangkan, yakni membebaskan terdakwa dari segala jerat hukum dan terdakwa dinyatakan tidak terbukti bersalan,” kata Kakanwil DJP II.

Tak puas dengan putusan majelis hakim PN Solo, pihak  Kanwil DJP II terus berkoordinasi dengan JPU untuk meneruskan kasus tersebut ke tingkat kasasi. Hingga akhirnya, putusan kasasi berbeda 180 derajat dengan putusan dari majelis hakim PN Solo, yakni menghukum terdakwa dengan hukuman 1 tahun penjara sekaligus membayar denda dua kali lebih besar dari denda awalnya yang bernilai Rp. 4,8 miliar lebih.

“Pastinya, putusan kasasi ini memberikan angin segar bagi kami dalam menindak para pengemplang pajak,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge