0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penataan Jalan Soekarno Tuai Kritik

Penataan Jalan Soekarno (Dok. Timlo.net/Putra)

Sukoharjo – Rencana pemerintah Kabupaten Sukoharjo melanjutkan penataan ruang terbuka hijau kawasan Solo Baru 2015 mendatang menuai kritikan. Pasalnya, alokasi anggaran untuk mempercantik wajah Jalan Ir Soekarno dinilai terlalu besar.

Ketua Umum Forum Pembaharuan Desa (FPD), Agus Tri Raharjo mengatakan, kebijakan pemerintah daerah kembali menganggarkan Rp 9,6 miliar untuk menata wajah kawasan Solo Baru sangat tidak berpihak kepada masyarakat luas. Mengingat sebelumnya sudah dianggarkan Rp 14 miliar pada 2014, sedangkan untuk program Alokasi Dana Desa jauh sangat dibutuhkan masyarakat justru hanya dianggarkan Rp 13 miliar untuk 167 desa.

“Saya heran kenapa anggaran untuk desa yang sudah jelas sangat dibutuhkan masyarakat justru lebih sedikit dari anggaran penataan kawasan elit ini. Kemarin dianggarakan Rp 14 miliar, sekarang dianggarkan lagi Rp 9,6 miliar, desa hanya diberi Rp 13 miliar,” kata Agus Tri Raharjo, Rabu (10/12).

Pihaknya menambahkan, Undang-Undang (UU) Desa secara tegas telah mengamanatkan besaran ADD sepuluh persen dari dana perimbangan dikurangi dana alokasi khusus (DAK). Jika melihat besarnya dana perimbangan Sukoharjo Rp 937 miliar dan Rp 53,8 miliar untuk DAK, besarnya ADD semestinya Rp 88 miliar atau Rp 589 juta perdesa.

Proyek penataan ruang terbuka hijau di Solo Baru pada 2015 rencananya dilanjutkan mulai depan Polsek Grogol sampai Patung Pandawa. Kemudian proyek ke Timur sampai kawasan jembatan Bacem. Tak hanya taman, proyek pembangunan ruang terbuka hijau juga dilengkapi trotoar serta perbaikan gorong-gorong.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge