0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Peringati Hari Tuli Sedunia

Gerkatin Tuntut Tak Ada Diskriminasi Pendidikan

Memeringati Hari Tuli Sedunia, 29 September, puluhan orang dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Solo menggelar aksi di car free day (CFD), Jl Slamet Riyadi, Minggu (28/9) (Dok. Timlo.net/Daryono)

Solo – Memeringati Hari Tuli Sedunia, 29 September, puluhan orang dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Solo menggelar aksi di car free day (CFD), Jl Slamet Riyadi, Minggu (28/9). Mereka menuntut tidak adanya diskriminasi layanan pendidikan bagi disabilitas tuli.

Di sela kepadatan pengunjung CFD, dengan membawa spanduk dan beberapa poster, massa melakukan longmarch dari Gladak hingga depan Sriwedari.

“Diskriminasi Pendidikan Tuli, Permendikbud Tidak Adil Bagi Tuli,” demikian tulisan dalam beberapa poster mereka bawa.

“Ini aksi Hari Tuli Sedunia dengan tema pendidikan. Dalam Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) No 46 Tahun 2014 tentang pendidikan disabilitas belum ada yang mengatur tuli,” kata Koordinator Aksi, Muhammad Isnaini kepada wartawan di sela aksi.

Dicontohkan, untuk perkuliahan di kampus, disabilitas lainnya seperti tuna daksa, buta sudah terakomodasi, namun untuk tuli belum diakomodasi.

“Kami ingin ada pasal yang mengatur pendidikan untuk tuli,” ujarnya.

Lebih lanjut, Isnaini mengatakan, selain di Solo, aksi serupa juga dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, di antaranya Bandung dan Makassar.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge