0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ratusan Hektar Padi di Klaten Terancam Diserang Tikus

GROPYOKAN TIKUS-Siswa SMK Kristen 5 Klaten bersama Koramil Kebonarum ikut gropyoan tikus (Dok. Timlo.net/Aditya)

Klaten —  Lahan padi di areal persawahan Kabupaten Klaten seluas 10.569 hektar, saat ini 60 hektar di antaranya telah diserang organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus. Sedangkan 331 hektar lainnya berpotensi terancam terserang hama tikus sehingga perlu diwaspadai.

Hal itu dikemukakan Kasi Perlindungan Tanaman dan Rehabilitasi Lahan (PTRL) Dinas Pertanian Klaten, Iwan Kurniawan, terkait gropyokan tikus besar-besaran di persawahan Desa Gatak, Kecamatan Ngawen, Senin (15/9) kemarin.

Iwan mengatakan, hama tikus memang menjadi momok bagi petani di Kabupaten Klaten. Selama 10 tahun terakhir, berdasarkan data Dinas Pertanian Klaten, serangan tikus yang paling ganas terjadi pada tahun 2013 lalu.

“Kami telah mengupayakan berbagai cara memutus mata rantai serangan tikus. Di antaranya dengan penerapan Trap Barrier System (TBS), gropyokan, penerapan mangsa alami (burung hantu),” katanya, saat dihubungi Timlo.net, Selasa (16/9).

Iwan mengakui, pola tanam yang masih tak serempak dan tidak adanya siklus pergantian tanaman oleh para petani yang menyebabkan penanggulangan itu dirasa kurang efektif.

“Petani harus kompak menanam dan dikelola secara kelompok. Meskipun tidak dapat menghentikan ancaman tikus, tapi imbas serangan paling tidak dapat berkurang,” imbuhnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge