0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

IT Terminal Tipe A Krisak Segera Diuji Coba

Terminal Tipe A Krisak Selogiri, Wonogiri (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Dijadwalkan pada akhir bulan ini, sistem pengelolaan berbasis IT Terminal Tipe A Krisak, Wonogiri bakal diuji coba.

Sistem berbasis IT tersebut kini sebagian peralatannya sudah berada di Terminal Tipe A. Di antaranya alat pembaca bus yang masuk atau longreader, chip atau smart card yang ditempelkan di badan bus, CCTV serta peralatan pengolah data semacam komputer dan lainnya.

Menurut informasi dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Wonogiri, sistem pengolahan berbasis IT memiliki kesamaan dengan sistem sejenis di Terminal Tirtonadi Solo maupun di Terminal Giwangan, Yogyakarta. Yakni bisa mengetahui data bus yang masuk secara realtime, memilahkan bus yang layak jalan dan yang tidak, serta mengecek kelayakan bus yang bersangkutan. Seluruh informasi yang terkumpul bakal terintegrasi dengan sistem yang sama di Kementerian Perhubungan.

“Beberapa peralatan sudah kami tempatkan di Terminal Tipe A Krisak. Dan pada akhir bulan ini, kami melaksanakan ujicoba,” kata Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kabid Infokom) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkomunfo) Wonogiri Dwi Saputra, Senin (18/8).

Target uji coba tersebut, pihak dinas menyiapkan 30 chip. Chip akan ditempelkan di badan bus dan dibaca melalui longreader. Selanjutnya program pengolah IT akan meneruskan informasi dari longreader untuk menyimpulkan apakah bus layak jalan atau tidak, ijin trayeknya sudah habis atau masih berlaku.

Lebih jauh Dwi Saputra menyebutkan, uji coba untuk memastikan kesiapan Terminal Tipe A Krisak sebelum benar-benar dilaunching nanti. Namun, perlu penambahan dana secara khusus pada pos pengadaan sistem berbasis IT.

“Baru sedikit daerah yang akan menerapkan sistem berbasis IT. Sebut saja Solo, Purworejo, Surabaya, Jogjakarta,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo Wonogiri Ismiyanto menerangkan disebutkan anggaran pengadaan peralatan teknologi informasi yang berasal dari APBD senilai Rp 250 juta. Lantaran kurang, dinas mengajukan penambahan anggaran di APBD-Perubahan (APBD-P) 2014 senilai Rp 200 juta. Tak hanya itu, dinas juga mengajukan proposal dana bantuan ke Kementerian Perhubungan senilai Rp1 miliar.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge