0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Jelekkan Nama Bupati, Saiful Hidayat Kena Semprit Panwaslu

- Timlo.net
dok.timlo.net/agung

dok.timlo.net/agung

Kampanye dialogis di Kantor DPC PPP Sragen.

Sragen – Karena dinilai menjelek-jelekkan calon atau pimpinan partai politik (Parpol) lain saat kampanye, salah satu Caleg mendapat teguran dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sragen.

Saiful Hidayat, salah satu Caleg DPRD Sragen dari PPP saat melakukan orasi dalam kampanye dialogis di Kantor DPC PPP Sragen belum lama ini sempat menjelek-jelekkan nama pimpinan Partai Golkar, Agus Fatchur Rahman yang juga merupakan Bupati Sragen tersebut.

Dalam orasinya antara lain Saifiul mengatakan, para Bupati Sragen seperti Untung Wiyono dan Agus Fatchur Rahman bisa menang dalam Pilkada adalah berkat dukungan rakyat. Termasuk dari massa PPP. Tapi setelah mereka mencapai pucak kekuasaan, kata Saiful sudah lupa dengan janji-janjinya.

Saiful menyebut Bupati Agus selama ini dianggap berdiam diri dan hanya bisa membangun gedung. Padahal pekerjaan seorang bupati adalah tidak berat. Bupati tidak hanya bisa membangun, tapi juga harus bisa menyejahterakan rakyat. Saiful juga menyentil keberadaan Terminal Djoko Tingkir di Pasar Nglangon yang selama ini kerap dijadikan sebagai tempat prostitusi, tapi seolah hal itu dibiarkan oleh bupati tanpa melakukan tindakan apa pun.

Apa dadi bupati kuwi abot, entheng dadi bupati kuwi. Hla yen bupati isane nggur gawe gedhung itu bukan bupati. Bupati itu harus bisa menyejahterakan rakyat. Itu Djoko Tingkir itu jadi seperti itu, itu harusnya menjadi pekerjaan bupati. Tetapi saudara-saudara lihat keadan Djoko Tingkir sekarang seperti apa?” kata Saiful.

Mendengar orasi Saiful yang dinilai menjelekkan pihak lain, anggota Panwaslu Sragen, Mursini yang saat itu berada di lokasi kampanye, mencoba mengingatkan agar tidak menjelekkan orang atau pihak lain. Begitu diingatkan Saiful pun membantah kalau orasinya menjelekkan orang lain.

“Saya tidak menjelekkan, saya hanya menyampaikan fakta yang ada,” katanya.

Sementara itu, kepada Timlo.net, Mursini menyatakan, pihaknya sengaja mengingatkan Saiful karena dalam rasinya Saiful telah menjelekkan dan menyerang pihak lain. Itu dinilainya merupakan pelanggaran dan harus dicegah.

“Dalam kampanye itu tidak boleh dilakukan, makanya saya tadi berusaha mengingatkan agar tidak meneruskan orasinya jika menjelekkan pihak lain,” katanya.


Editor : Abednego Afriadi

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS