0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Penggunaan Pupuk Bersubsidi Diberlakukan Verifikasi Berjenjang

- Timlo.net

Wonogiri — Tahun ini, Wonogiri hanya mendapatkan kuota 56.797 yang terdiri dari UREA 24.582 ton, SP-36 5.566 ton, ZA 4.305 ton, NPK 15.207 ton, dan organik 7.137 ton. Sedang tahun 2013 lalu, kuota pupuk bersubsidi di Wonogiri mencapai 72.181 ton. Rinciannya, UREA 27.600 ton, SP-36 6.373 ton, ZA 7.283 ton, NPK 18.217 ton dan Organik 12.708 ton.

Data yang dihimpun dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (DispertanTPH) menyebutkan, dalam waktu beberapa bulan ke depan pemerintah bakal memberlakukan mekanisme baru dalam distribusi pupuk yakni verifikasi berjenjang. Verifikasi ini akan menambah panjang proses sehingga berpotensi mengurangi kelancaran distribusi pupuk. Verifikasi itu diterapkan untuk menjamin pupuk bersubsidi benar-benar sampai ke petani.

“Saat ini kami masih menyosialisasikan kebijakan mengenai perubahan sistem administrasi distribusi pupuk itu. Bulan depan kebijakan baru akan diberlakukan. Kemungkinan, untuk masa awal pemberlakuan kebijakan itu, distribusi memang akan sedikit tersendat. Perlu penyesuaian,” jelas Kepala Dispertan TPH Wonogiri Safuan, Kamis(6/3).

Dia kemudian menambahkan, distribusi pupuk tetap mengacu pada rencana definitif kebutuhan kelompoktani (RDKK) yang diajukan ke pengecer.Dan RDKK bakal diberlakukan mulai bulan depan dengan sistem penebusan serta berdasarkan RDKK yang telah diverifikasi.

“Verifikasi bisa juga dilakukan di antara distributor dan pengecer. Verifikatornya adalah staf penyuluh pertanian di kecamatan. Proses verifikasi ini bisa membuat distribusi sedikit tersendat karena verifikator harus memastikan RDKK sesuai dengan realita kebutuhan pupuk di lapangan,” tambahnya.

Dengan demikian, pupuk yang dikirim pengecer tersebut benar-benar sampai ke petani yang merupakan penerima hak subsidi pupuk, dan ini merupakan salah satu tujuan verifikasi berjenjang dan juga sebagai upaya untuk meminimalkan potensi penyimpangan pupuk bersubsidi ditingkatan pengecer.

Safuan menambahkan, untuk tahun 2014 ini, kuota pupuk bersubsidi 15.384 ton lebih sedikit bila dibanding kuota 2013 lalu. Pengurangan kuota itu dilakukan untuk mendorong petani agar lebih optimal dalam pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik.


Editor : Abednego Afriadi

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS