0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Kontraktor Ingkar Janji, Warga Keluhkan Bekas Galian C

- Timlo.net
dok.timlo.net/nanin

dok.timlo.net/nanin

Bekas galian C di perbatasan Desa Guwo Kajen dan Desa Sambon yang ditinggalkan begitu saja oleh kontraktor

Boyolali – Warga di areal bekas penambangan galian C perbatasan Desa Sambon, Kecamatan Banyudono dan Desa Guwo Kajen, Kecamatan Sawit, Boyolali mengeluhkan dampak dari bekas penambangan yang ditinggalkan begitu saja oleh pihak kontraktor. Sementara kontraktor sendiri dinilai ingkar janji.

Bekas galian C semula merupakan Gunung Mijil yang kini kondisinya sangat memprihatinkan. Lokasi penambangan sangat tandus dan infratruktur jalan yang semula ada di wilayah perbatasan itu, kini hilang terkena pengerjaan galian yang tanahnya digunakan untuk urug jalan tol.

Proyek ini juga berimbas pada perumahan beberapa warga. Salah satunya rumah keluarga Mujiyo (65) dan Juminah (59), warga Dusun Ngargoyoso Desa Guwo Kajen, terpaksa menerima ganti rugi sedikit atas tanah lahan yang dikeruk. Keluarga petani ini hanya mendapat ganti rugi Rp 4 juta.

“Uangnya tidak cukup untuk memindah tiga rumah saya, akhirnya saat ini hanya satu rumah dan kandang yang bisa kita dirikan lagi, itupun harus menjual sapi,” ungkap Mujiyo ditemui di rumahnya, Senin (30/12).

Namun yang paling diingat adalah janji sang kontraktor, yang berjanji akan membuatkan jalan. Janji ini hingga saat ini belum dipenuhi, bahkan sang kontraktor terkesan tidak bertanggung jawab. Tidak adanya jalan ini, membuat lokasi rumahnya yang berada di sisi barat gunung Mijil tiap hujan deras selalu kebanjiran dan tidak bisa keluar rumah.

“Kalau banjir, airnya pasti masuk, jalan masuk tidak bisa dilalui,” ungkap Mujiyo.

Kondisi ini juga dirasakan SD Negeri 2 Sambon, dimana setiap hujan, air yang berasal dari bekas galian mengalir masuk ke lokasi Sd. Akibatnya, air ini mengerus bangunan sd dibagian belakang. Tidak hanya itu, bekas areal yang dulunya dijanjikan untuk lapangan olahraga setiap hujan selalu becek. Kondisi ini membuat siswa SD harus melepas sepatu menuju ke sekolahan.

“Kita mau tagih janji kontraktor, tapi bagaimana, dia sudah kabur tiga bulan lalu,” ungkap Slamet, guru SD Negeri 2 Sambon

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS