0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

RDTR, Kota Solo Dibagi dalam 6 Zonasi

- Timlo.net
dok.timlo.net/dhefi

dok.timlo.net/dhefi

Agus Djoko Wittiarso, Kepala Bappeda Kota Solo

Solo – Pembangunan perkotaan Solo menjadi lebih terarah dengan disusunnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Diharapkan, penyusunan RDTR sebagai kelanjutan Perda no. 1 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) bisa diimplementasikan dengan RDTR.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Solo, Agus Djoko Wittiarso mengungkapkan, dalam penyusunan RDTR, terdapat kajian-kajian peruntukkan di masing-masing wilayah dalam kota. “Jadi tidak berhenti pada dokumen saja, namun juga bisa diimplementasikan,” katanya kepada wartawan, Rabu (23/10).

Menururnya, dalam penyusunan RDTR yang menelan anggaran Rp 900 juta tersebut, Kota Solo dibagi dalam 6 zonasi sesuai dengan peruntukannya. Pembagian zonasi didasarkan pada Bagian Wilayah Kota (BWK).

Hingga kini, sebanyak 2 BWK sudah selesai disusun. Sisanya akan diselesaikan pada tahun anggaran 2013.

Pembagian BWK didasarkan atas potensi kawasan yang ada di Kota Solo. “Menyangkut rencana pola, rencana tata ruang dan rencana zonasi,” ungkapnya.

Jika penyusunan zona-zona BWK selesai, hasil pemetaan akan ditempel di masing-masing kantor kelurahan. Sehingga, masyarakat nantinya bisa tahu secara pasti pembagian zona dan peruntukkannya di masing-masing wilayah.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS