0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Solo Sebagai KLA, Pemkot Diminta Cari Solusi Keberadaan Anak Jalanan

- Timlo.net

Solo — Sebagai Kota Layak Anak (KLA) pada 2015 mendatang, Solo harus lebih bersahabat dengan anak-anak termasuk keberadaan anak jalanan. Pemkot harus mencari solusi adanya anak jalanan dengan melibatkan pemerintah asal anak jalanan tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Solo, Honda Hendarto mengungkapkan penanganan anak jalanan tidak bisa hanya dilakukan dengan mengadakan razia. Setelah razia perlu ada langkah dan terobosan yang lebih bisa memberi solusi.

“Tidak bisa hanya dengan razia, kemudian setelah razia dibiarkan,” katanya kepada Timlo.net, saat ditemui di sela Jambore Anak Kecamatan Jebres, Minggu (20/10).

Menurut Honda, pasca razia, anak jalanan itu semestinya ditampung untuk sementara waktu. Kemudian pemkot mendata domisili anak-anak jalanan tersebut. Hal ini lantaran, banyak anak jalanan berasal dari luar Solo.

“Setelah didata dan ditanya penduduk mana, pemkot perlu mengundang pemerintah daerah asal anak jalanan tersebut. Kemudian diajak bicara tentang solusi untuk anak jalanan itu. Bisa kepala daerah dengan kepala daerah, atau minimal kepala dinas terkait antara daerah,” tuturnya.

Honda menilai, selama ini pemkot belum melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah asal anak jalanan. Padahal sebagai KLA, anak-anak jalanan seharusnya tidak boleh ada di jalanan.

Sementara, Ketua Pokja Layak Anak Kecamatan Jebres, Sumarmo mengatakan pihaknya bakal menggandeng Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) untuk memberdayakan anak putus sekolah maupun anak yang sekolah sambil bekerja.

“Anak-anak putus sekolah itu akan kita tanya, maunya pelatihan apa. Setelah itu kita fasilitasi pelatihan melalui kerjasam dengan Dinsosnakertrans,” ungkapnya.

Dengan pelatihan itu, lanjut Sumarmo, diharapkan anak yang sekolah sambil bekerja tidak tertekan lantaran bisa sekolah sambil kerja sampingan apa yang mereka minati. Sedangkan untuk anak putus sekolah, mereka memiliki skill yang bisa menjadi tumpuan kerja dikemudian hari.



Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS