0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Duh, Siswa SMP Rekam Pelecehan Seks Pakai HP

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Nanin

Dok.Timlo.net/ Nanin

(Ilustrasi) Video mesum tersebar melalui HP

Timlo.net — Polisi mengamankan ponsel milik siswa yang diduga merekam insiden pelecehan AE (16), murid di SMPN 6 IV Sawah Besar, Jakarta Pusat. Ponsel itu akan diserahkan ke bagian forensik untuk diperiksa.

“Konsentrasi kita menyita HP nya (milik siswa) yang katanya di duga digunakan untuk perekaman adegan, kita bungkus lalu kita serahkan pada Forensik, jadi kita tidak sempat dibuka lantaran takutnya Bar yang terpotong atau rusak,” kata Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Umar Surya Fana, kepada wartawan, Minggu (20/10).

Umar menambahkan, pihaknya juga memeriksa sejumlah siswa terkait peristiwa itu. Hanya saja, model interogasi yang dilakukan dalam bentuk wawancara lantaran para saksi masih di bawah umur berbeda dengan orang dewasa.

“Kita lakukan kemarin baru tahap wawancara, tentunya sangat berbeda memeriksa anak di bawah umur dengan orang dewasa, ada beberapa perlakuan-perlakuan khusus yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Dari hasil wawancara kemarin, Umar mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan apakah benar telah terjadi atau tidak pelecehan tersebut. Dia mengakui sedikit kesulitan mengumpulkan beberapa alat bukti untuk mengungkap kasus ini.

“Sampai hari ini pemeriksaan terakhir kita masih mengumpulkan dua alat bukti, tentang diduga pemerkosa, lantaran masih terlalu sumir sebutkan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, AE (16) mengaku dipaksa melakukan oral seks dan berhubungan badan dengan salah satu adik kelasnya. Aksi bejat bocah ingusan itu juga direkam oleh enam siswa yang ada di lokasi.

Kejadian itu dialaminya saat perjalanan pulang ke rumahnya di Kemayoran Gempol RT 01 RW 07 Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat. Di tengah jalan, AE ditarik oleh temannya A (16). A kemudian menyuruh FP (15) mencium AE. AE yang menolak, diancam dengan pisau oleh A. Terancam dan takut dibunuh, AE terpaksa melepas kerudung dan dirampas kehormatannya oleh FP.

Menurut AE, tragedi yang menimpa dirinya itu direkam dengan menggunakan kamera ponsel milik CD (15). CD merekam perbuatan bejat itu di depan 4 orang lainnya, yakni CN (16), DNA (15), IV (16), dan WW (16). Setelah itu, mereka meninggalkan AE.

Setelah mendapatkan laporkan, polisi akhirnya mendatangi SMPN 6 Sawah Besar pada Jumat (18/10) kemarin.

sumber : merdeka.com

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS