0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Pasujudan Santri Luwung Dihancurkan

- Timlo.net
dok.timlo.net/agung

dok.timlo.net/agung

Anto Miharjo alias Gus Anto saat menghanurkan bagian bangunan Pasujudan Santri Luwung, Padepokan Bumi Arum yang terletak di Dukuh Bedowo RT 2, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jum’at (4/10).

Sragen — Karena dianggap mengajarkan aliran sesat dan melenceng dari Syari’ah Islam, ratusan warga membongkar paksa Pasujudan Santri Luwung, Padepokan Bumi Arum yang terletak di Dukuh Bedowo RT 2, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, Jum’at (4/10).

Mereka mendatangi Pasujudan Santri Luwung, yang juga sering disebut sebagai pondok pesantren (Ponpes) tersebut dan menghancurkan bangunan pondok pimpinan Anto Miharjo tersebut.

Warga menganggap ajaran Gus Anto, nama panggilan dari Anto Miharjo adalah sesat dan melenceng dari ajaran Islam. Salah satunya adalah para pengikut Gus Anto sering melakukan ritual dengan cara mandi tobat yang dilakukan malam hari dengan telanjang dan berendam di kolam.

Tidak hanya itu, ritual lain yang mereka lakukan adalah sebelum mengerjakan sholat terlebih dulu berendam dan menenggelamkan kepala sebanyak 9 kali sambil membaca syahadat di kolam. Namun apabila mereka tidak sholat maka harus berendam di kolam sambil membaca wirid.

Berdasarkan itulah warga kemudian menghancurkan Pasujudan Santri Luwung. Bahkan Gus Anto sendiri terlihat juga ikut menghancurkan salah satu bagian bangunan padepokan yang dikelilingi oleh kolam ikan tersebut. Hal itu dilakukan Gus Anto setelah dirinya mengaku bahwa ajaran yang mereka lakukan adalah sesat.

“Saya Anto Miharjo. Mulai hari ini (Jum’at, Red) saya bertobat dan tidak mengulangi perbuatan sesat. Kami minta maaf kepada seluruh warga, saya siap Syahadat kembali,” ucap Gus Anto sembari membaca Bismillahirrahmanirrahim, yang disaksikan ratusan warga.

Ikut menyaksikan peristiwa tersebut Sekda Sragen Tatag Prabawanto, Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf R Wahyu Sugiarto dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen, Minanul Azis yang datang ke lokasi.

 

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS