0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Sudah Dicegah Keluar Negeri

Mahasiswa Banten Demo Tuntut Ratu Atut Diseret ke Meja Hijau

dok.merdeka.com

dok.merdeka.com

Gubernur Banten, Ratu Atut

Timlo.net – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirim surat pencegahan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atas nama Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Ratu Atut dicegah ke luar negeri untuk enam bulan ke depan.

Pantauan merdeka.com, Jumat (4/10), Ratu Atut pagi ini dijadwalkan menghadiri rapat paripurna sekaligus perayaan HUT Banten ke-13 di Gedung DPRD Banten. Namun, orang nomor satu di Banten itu tak hadir.

Dia hanya mengutus Wakilnya, Rano Karno untuk menghadiri acara itu. Padahal semenjak pertama kali menjabat sebagai Gubernur Banten, Ratu Atut tak pernah absen menghadiri perayaan HUT Banten. Belum diketahui apa alasan tidak hadirnya Ratu Atut.

Sementara itu, di luar gedung DPRD Banten, ratusan mahasiswa terus menggelar demonstrasi. Mereka menuntut agar Ratu Atut diseret ke meja hijau karena tidak bersih dalam memimpin.

Demonstrasi semakin panas. Para demonstran sempat beberapa kali saling dorong hingga baku pukul dengan polisi. Namun, hingga kini suasana masih dapat terkendali.

Seperti diketahui, KPK melakukan pencegahan terhadap Ratu Atut terkait penyidikan kasus suap dalam penanganan perkara sengketa Pilkada Lebak, Banten.

Dalam kasus suap ini, adik Atut, Tubagus Chaeri Wardhana, telah dijadikan tersangka bersama Ketua MK Akil Mochtar, dan Susi Tur Andayani. [dan]

Sumber: merdeka.com

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS