0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Kekeringan di Boyolali, Warga Terpaksa Beli Air Eceran

- Timlo.net
dok.timlo.net/nanin

dok.timlo.net/nanin

Warga rame-rame mencari mencari sumber air

Boyolali – Ratusan warga Kecamatan Kemusu dan Juwangi, Boyolali terpaksa membeli air eceran dari luar kecamatan, menyusul makin parahnya kekeringan di wilayah tersebut. Selain itu, sumber air Pamsimas warga di dua kecamatan itu kini telah mengering. Sejumlah sungai di kecamatan tersebut, kini juga telah kering.

Seperti di Sungai Cungkup di Desa Pilangrejo, Juwangi, sungai itu kini telah menjadi daratan. Tidak ada lagi air mengalir di sungai itu sejak kemarau berlangsung. Seperti dikemukakan Eko Prasetyo (24), warga Dusun Cungkup, Desa Pilangrejo, Juwangi.

“Sudah satu bulan setengah warga sini kesulitan air bersih. Air Pamsimas sumur sudah tidak mengalir. Sungai juga kering. Warga membeli air eceran perderigan Rp 2500,- dari warga di desa dan kecamatan lain. Satu jerigen 30 liter. Sedangkan yang tidak punya uang, harus menggali sumur-sumur kecil di sekitar sungai untuk memperoleh sumber air,” papar Eko, Jumat (13/9).

Warga terpaksa membeli air eceran dengan derigen, pasalnya untuk membeli air bersih tangki tidak mampu, mengingat harga mencapai ratusan ribu rupiah. Kondisi ini hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Ironisnya, warga di dusunnya hingga saat ini belum pernah mendapat bantuan droping air bersih. Bencana kekeringan ini juga dirasakan warga di Desa Sambeng, Kalimati dan Dampit.

Sementara di Kecamatan Kemusu, kekeringan juga dirasakan warga Desa Kedungrejo, Klewor, Kemusu, Guwo, Kendel. Sumur-sumur warga sudah banyak yang mengering.

Bagi warga yang tidak berlangganan PDAM, harus membeli air Rp 2.000 per derigen. Sedangkan yang tidak memiliki dana lebih, terpaksa mengambil air di Waduk Kedung Ombo dengan berjalan kaki membawa ember.

“Setiap tahun selalu kesulitan air bersih, Kita berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah,” tandas Harjo, warga Desa Klewor.

Camat Kemusu, Widodo mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Pemkab dan Bakorwil Surakarta untuk memberikan bantuan droping air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan tersebut.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS