0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Soal Kampanye di Fasilitas Umum

Panwaslu Karanganyar Siapkan Surat Peringatan untuk Pasti dan YuRo

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian.

Dok.Timlo.net/ Nanang Rahadian.

Pasangan Yuro saat berkampanye di RSUD Karanganyar, Kamis (12/9)

Karanganyar — Panwas Pemilu Karanganyar menyiapkan surat peringatan kedua kepada pasangan Cabup dan Cawabup yang menggelar kampanye melanggar aturan. Yakni menggelar kampanye di tempat fasilitas umum (Fasum) seperti rumah sakit dan sekolahan.

Pasangan Pasti (Paryono-Dyah Sintawati) menggelar kampanye dengan mendatangi rumah sakit PKU Papahan dan RSUD Kartini Jengglong. Saat itu Cawabup Dyah Sintawati mengunjungi pasien dan meminta dukungan pada saat coblosan nanti.

Tim Pasti yang mengikuti kampanye di rumah sakit ini juga membagi-bagikan stiker bergambar pasangan tersebut kepada pengunjung, serta memaparkan program kartu kesehatan gratis yang nantinya akan dilaksanakan oleh pasangan ini.

Adapun YuRo (Juliyatmono-Rohadi) mengadakan kampanye di RSUD Kartini, Jengglong dan menengok pasien di kelas III, serta mengajak mereka mencoblos dan memberikana suara dukungan kepada pasangan ini pada 22 September mendatang.

Yuro juga menjanjikan akan membenahi sistem pelayanan rumah sakit yang dinilainya kurang bagus dan masih perlu peningkatan fisik bangunan RSUD yang kurang baik. Dia berada di rumah sakit sekitar satu jam dan berkeliling ke bangsal-bangsal kelas III.

Tidak hanya itu, Yuro juga mendatangi SMK Wikarya dan SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Mereka membagi-bagikan compact disc (CD) berisi materi bimbingan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 yang mulai diterapkan di beberapa sekolah.

Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Karanganyar, Mustari, mengatakan sesuai aturan para Cabup-Cawabup dilarang berkampanye di sejumlah fasum seperti pasar tradisional, terminal, rumah sakit termasuk sekolah. Praktiknya, kedua pasangan tersebut secara terang-terangan menyambangi rumah sakit.

“Seluruh tindakan itu melanggar aturan kampanye. Sebab dalam aturan itu sudah jelas, kampanye tidak boleh dilakukan di tempat fasilitas umum. Termasuk di dalamnya rumah sakit, sekolah dan tempat ibadah,” jelas Mustari.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS