0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Kekeringan di Boyolali, Harga Air Tangki Capai Rp 200 Ribu

- Timlo.net
dok.timlo.net/nanin

dok.timlo.net/nanin

Pengirima air bersih di lokasi kekeringan, Boyolali

Boyolali – Krisis air bersih mulai dirasakan warga secara hampir merata di beberapa desa minus sumber air di Kabupaten Boyolali. Salah satunya di Kecamatan Musuk, setidaknya ada tujuh desa yang memasuki musim kemarau ini sudah kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa membeli air.

Seperti yang dialami Warga Desa Jemowo, Kecamatan Musuk, saat ini harus merogoh kantong hingga Rp 200.000 demi mendapatkan satu tangki atau sebanyak 5.000 liter air bersih untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Air tersebut selain digunakan untuk mandi dan masak, juga digunakan untuk hewan ternak, sapi.

“Kalau di Jemowo, sekarang sudah sampai Rp200.000/tangki,” ungkap Kades Jemowo, Untung Widada, Kamis (29/8).

Sulitnya warga mendapatkan air bersih, menurut Untung, terutama karena faktor tidak adanya sumber air di Desa Jemowo. Kondisi itu, lanjutnya, juga terjadi di beberapa desa di kecamatan yang sama, antara lain Desa Sangup, Desa Dragan, Desa Lampar, Desa Sumur, Desa Mriyan, Desa Lanjaran dan Desa Sruni. Sementara beberapa desa lainnya, seperti Karanganyar, Karangkendal dan Ringinlarik, relatif bisa mendapatkan air bersih karena di setiap desa itu masih terdapat sumber air.

“Kalau desa yang ada sumber airnya, bisa diupayakan dengan membuat sumur artesis. Tapi kalau tidak ada ya susah. Warga terpaksa harus membeli,” imbuhnya.

Desa Jemowo, kata Untung, saat ini intensitas pembelian air bersih cukup tinggi. Jumlah kepala keluarga (KK) di desa itu sebanyak 1.576 KK hingga penduduk desa jumlahnya bisa mencapai 6.000 orang.

Krisis air bersih juga diakui warga Desa Sruni, Darmaji. Di desanya, ungkap Darmaji, satu tangki air bersih mencapai Rp90.000. “Warga beli air sekitar Rp90.000/tangki,” ungkapnya.

Terpisah, Kasubbag Sosial dan Keagamaan Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, Nuryadi mengakui hingga Agustus 2013 ini belum ada warga yang mengajukan bantuan air bersih kepada Bupati Boyolali. Disebutkan dia, Pemkab telah menyiapkan anggaran sekitar Rp105 juta.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS