0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Gaji Karyawan RSUD Ngipang Belum Bisa Cair

- Timlo.net

Solo – Anggaran sebesar Rp 1,8 miliar untuk gaji karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solo di Ngipang, Banjarsari yang bersumber dari APBD tahun ini dipastikan tidak bisa dicairkan. Hal itu lantaran pencairan terkendala aturan Pemerintah Pusat pasca ditetapkannya Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD

“Semula anggaran itu sengaja kami alokasikan untuk gaji karyawan hasil rekruitmen RSUD setelah RSUD berstatus BLUD. Namun, setelah kami konsultasi ternyata anggaran dari APBD atau APBN tetap menggunakan sistem rencana kegiatan anggaran (RKA),” kata Sekretaris Komisi IV, Abdul Ghofar Ismail, Minggu (21/7).

Dijelaskannya, setelah RSUD berstatus BLUD maka sistem pengelolaanya yang semula RKA berubah menjadi Rencana Bisnis Anggaran (RBA). Dengan sistem RBA itu RSUD dapat mengelola keuangannya sendiri. “RKA itu tidak bisa dirubah ke RBA,” tegasnya.

Meski tidak bisa dicairkan untuk pembayaran gaji, alokasi anggaran itu masih dapat diperuntukkan untuk peruntukan lain misalnya untuk pembelian peralatan kesehatan. Namun, jika tidak dialihkan maka anggaran itu akan kembali ke kas daerah.

“Itu kembali ke kas daerah dan menjadi Silpa. Tetapi itu bisa saja dialihkan ke kegiatan lain seperti untuk alat kesehatan atau sarana lain. Yang jelas tidak bisa untuk gaji pegawai,” tuturnya.

Setelah berstatus BLUD, terang Politisi PKS ini, RSUD dapat melakukan perekrutan karyawan non-PNS secara mandiri setelah terbitnya Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur soal perekrutan tersebut. Diprediksi perekrutan dilakukan akhir tahun ini.

Sementara, Walikota Solo, Hadi Rudyatmo mengungkapkan, pembentukan BLUD RSUD selanjutnya ditindaklanjuti dengan penerbitan sejumlah Perwali.

“Saya ingin secepatnya diresmikan. Perwalinya segera saya terbitkan termasuk untuk perekrutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS