0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Warga Karangtalun Tuntut Galian C Dihentikan

- Timlo.net
dok.timlo.net/agung

dok.timlo.net/agung

Warga Dukuh Camplangan, Desa Karangtalu, Kecamatan Tanon, Sragen menutup jalan untuk menuntut penambangan galian C untuk dihentikan.

Sragen –- Karena aspirasinya tidak mendapat perhatian dari pemerintah, puluhan warga Dukuh Camplangan, Desa Karangtalu, Kecamatan Tanon, Sragen akhirnya melakukan unjuk rasa untuk menuntut penambangan galian C di desanya dihentikan.

Aksi itu mereka lakukan dengan menutup akses jalan ke lokasi galian C.

Beberapa warga membentangkan spanduk yang bertuliskan tututan agar pihak-pihak terkait di desa, kecamatan dan kabupaten mengambil tindakan tegas menyelesaikan masalah tersebut. Selain menggelar aksi demo, warga juga memasang bambu di tengah jalan agar truk yang mengangkut batu dan pasir tidak dapat melintas.

Dari informasi yang diperoleh di lapangan, warga menganggap penambangan tersebut adalah liar dan sebelumnya tidak melalui musyawarah antar warga yang ada di sekitar penambangan.

Salah satu Ketua RT Dukuh Camplangan, Suwardi, mengungkapkan, penutupan jalan itu dilakukan karena warga sudah merasa kesal kegiatan penambangan terus dilakukan. Padahal sebelumnya kegiatan tersebut pernah dihentikan karena ada perjanjian tertulis.

Namun ternyata penambangan dilakukan lagi sejak tanpa persetujuan warga. Warga makin kesal karena ditengarahi Kepala Desa (Kades) Karangtalun dan Kades Ketro terlibat di dalamnya.

“Kami minta galian ditutup, karena tidak ada ijin dari warga. Pak Lurah Ketro dan Karangtalun tidak minta persetujuan warga. Padahal dulu sudah ada kesepakatan untuk menutup lokasi,” kata Suwardi, Senin (15/7).

Warga lainnya, Suwarjo (40) menyatakan, karena aktivitas penambangan galian C tersebut mengakibatkan air masuk ke rumah warga saat datang hujan. Untuk itu mereka tetap menuntut agar aktivitas itu dihentikan.

Sementara itu, Kades Ketro, Ahmad Saiman Negro mengakui, aktivitas tersebut memang tidak ada izin dari Pemkab Sragen. tetapi dia berdalih kegiatan tersebut telah mendapat persetujuan dari Kades Karangtalun dan warga. Sedangkan jalan yang dilewati truk pengangkut pasir tersebut adalah termasuk wilayah Desa Ketro.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS