Cabai Seret Inflasi Tetap Tinggi
Solo – Komoditas cabai rawit mendominasi sumbangan inflasi selama periode Januari lalu, hingga menyeret angka inflasi Kota Solo tetap tinggi. Adapun andil inflasi cabai rawit, yakni sebesar 0,3395 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Toto Desanto, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (2/2) memaparkan, perkembangan harga berbagai komoditas pada Januari 2011 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS, kata dia, terjadi inflasi 0,63 persen atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 118,69 pada Desember 2010 menjadi 119,44 pada Januari 2011.
Sementara itu, kendati komoditas beras andil inflasinya besar, menurut Toto, selama periode Januari komoditas tersebut tidak menunjukkan lonjakan yang berarti. Pasalnya, pada bulan tersebut pemerintah kota memberikan bantuan beras miskin (Raskin) kepada masyarakat..
Ditambahkan Kepala Seksi Distribusi BPS Kota Surakarta, Bambang Nugraha, “Pada Januari umumnya inflasi tinggi karena masalah cuaca dan juga belum ada panen raya. Harapannya di Februari ada tata niaga yang merata ke semua lini karena sangat berpengaruh ke konsumen, seperti beras impor ataupun cabai impor.”
Lebih lanjut pihaknya menyebutkan, ekspektasi BBM belum berpengaruh siginifikan terhadap inflasi Kota Solo. Bambang pun berharap pada Februari ini komoditas tersebut tidak memberi kontribusi tinggi terhadap inflasi.
Berdasarkan data BPS, inflasi Kota Surakarta ada di peringkat tertinggi kedua setelah Purwokerto dengan angka inflasi 0,95 persen. Sementara posisi ketiga dan keempat, yakni Semarang dan Tegal dengan inflasi masing-masing sebesar 0,60 persen dan 0,32 persen.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- 30 Personel Siaga di Keraton Solo
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan


30 Personel Siaga di Keraton Solo
Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Harga cabe tinggi, pemerintah buka kran impor cabe, sehingga tidak menguntungkan petani yang seharusnya bisa menikmati harga tinggi, meskipun bagi masyarakat mahal.
Tapi pas harga cabe rendah, buat ongkos petik saja masih rugi. Akhirnya dibiarkan layu di pohon.
Bukti pemerintah tidak pro petani, tapi pro pasar.