0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Uang Pengganti Kerugian Kasda Belum Bisa Dicairkan

- Timlo.net
dok.timlo.net/agung

dok.timlo.net/agung

Suasana Sidang Paripurna LKPj Akhir Tahun Anggaran 2012, di Gedung DPRD Sragen, Senin (1/4).

Sragen — Pemkab Sragen sudah melayangkan surat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah (Jateng) mengenai eksekusi uang pengganti terhadap dua terpidana kasus kas daerah (Kasda) Kabupaten Sragen, yaitu Untung Wiyono dan Sri Wahyuni.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman dalam Rapat Paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Akhir Tahun Anggaran 2012 di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sragen, di Gedung DPRD Sragen, Senin (1/4).

Dalam laporannya, Bupati Agus menyatakan, kasus Kasda telah menyebabkan kerugian mencapai Rp 11,2 miliar. Namun, pihaknya belum dapat menindaklanjuti LHP BPK RI Perwakilan Jawa Tengah (Jateng) tentang uang pengganti kerugian negara yang harus dikembalikan dua terpidana kasus kasda tersebut.

Agus menjelaskan, Rp 11,2 miliar itu adalah bagian dari kasda yang berbentuk deposito Pemkab  Sragen berjangka satu bulan dan dapat diperpanjang sewaktu-waktu di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Djoko Tingkir. Deposito itu dicairkan sepihak PD BPR Djoko Tingkir pada 2 Juli 2011.

Dalam LKPj tersebut Agus menjelaskan uang pengganti kerugian negara dari dua terpidana, mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono, senilai Rp 10,5 miliar dan Sri Wahyuni senilai Rp 110 juta belum dapat dicairkan.

“Sehubungan dengan fakta itu, Pemkab Sragen kesulitan menindaklanjuti LHP BPK RI Perwakilan Jateng terkait ketekoran kasda senilai Rp 11,2 miliar,” katanya.

Namun Agus mengaku sudah melayangkan surat Nomor 700/139/011/213 tanggal 15 Februari 2013 tentang Tindak Lanjut Putusan Pengadilan dan surat Bupati Sragen Nomor 700/184/011/2013 tanggal 7 Maret 2013 tentang Tindak Lanjut LHP BPK RI Perwakilan Jateng. Agus juga mengungkapkan, selisih antara uang pengganti dengan nominal kerugian negara senilai Rp 604 juta. Namun jumlah itu trenyata tidak dibebankan kepada terpidana kasus kasda lainnya, yaitu  Koeshardjono.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS