0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Benih Sayur Tahan Virus Gemini Mulai Dikembangbiakkan

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Rori

Dok.Timlo.net/ Rori

Direktur Pembenihan Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian, Sri Wijayanti Yusuf

Klaten — Virus Gemini saat ini melanda tanaman sayur di beberapa Kabupaten di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Virus ini biasanya ditandai dengan munculnya warna kuning pada daun, keriting, kerdil, dan tidak bisa berproduksi. Virus ini biasanya menyerang berbagai jenis tanaman seperti tomat, cabe, timun dan beberapa jenis sayuran lainnya.

Menyikapi merebaknya Virus Gemini pada sayuran, salah satu produsen benih sayuran hibrida mulai meluncurkan berbagai varietas benih sayuran yang tahan terhadap serangan Virus Gemini. Benih sayuran itu kini sudah diuji coba di Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Direktur Pemasaran PT East West Seed Indonesia, Afrizal Gindow mengatakan, ada sembilan benih sayuran tahan Virus Gemini yang diluncurkan, setelah melalui penelitian selama 5 tahun. “Kini, mereka┬ásudah mengekspor benih ke sejumlah negara antara lain Thailand, Philipina, India dan Cina,” ungkap Afrizal di sela peluncuran benih sayur tahan virus gemini Selasa (26/3).

Kepala Dinas Pertanian Klaten, Wahyu Prasetya yang hadir dalam peluncuran benih sayur tahan Virus Gemini sangat mendukung diluncurkannya benih sayuran tahan virus itu. Terbukti Windardi, salah satu warga Kotesan yang menanami lahan 4000 meter dengan mentimun, tomat, melon dan kacang panjang dengan benih tahan virus bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. Tidak ada satupun tanaman yang terserang Virus Gemini.

Sementara Direktur Pembenihan Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian, Sri Wijayanti Yusuf mengungkapkan Indonesia sudah bisa mencukupi kebutuhan benih berbagai jenis sayuran sendiri, sehingga petani diminta untuk memakai produk benih legal produksi dalam negeri. Hanya benih kol, brokoli dan sawi putih yang belum bisa diproduksi, sehingga masih diimpor dari luar negeri.

”Petani jangan membeli benih yang kemasannya bertuliskan bahasa yang kita tak ngerti, itu ilegal. Kalau menemukannya, laporkan ke pengawas, karena penjual benih ilegal bisa ditangkap,” kata Sri Wijayanti.

Khusus benih kol, brokoli dqn sawi putih hingga kini memang belum bisa diproduksi di Indonesia. Bukan karena tenaganya kurang ahli, tapi karena produksi benih harus dilakukan dilakukan di daerah yang sangat dingin. Sedangkan kondisi alam Indonesia tidak memungkinkan untuk melakukannya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS