0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Karya Mahasiswa Universitas Sanata Dharma

Pupuk dari Air Kencing, 7 Hari Jadi, Langsung Semprot

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Rori

Dok.Timlo.net/ Rori

Pupuk Air Kencing karya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Klaten — Tidak hanya kotoran saja yang bisa dibuat menjadi pupuk, air kencing ternyata juga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk. Hal itu seperti yang dilakukan mahasiswa Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta. Bahkan hasil karya para mahasiswa itu mulai ditularkan kepada masyarakat Desa Sukorini, Kecamatan Manisrenggo, Klaten dengan memberikan pelatihan cara mengolah pupuk N dari air kencing sapi dan air kencing manusia.

Anggota Pelaksana Program Kreativitas Mahasiswa USD, Wisnu Pamungkas saat ditemui Timlo.net, Minggu (24/3) mengatakan, sosialisasi dan pelatihan pupuk dari air kencing merupakan salah satu program kreativitas mahasiswa USD bidang pengabdian masyarakat dengan tema cara pengelolaan limbah pertanian dan peternakan menjadi briket, air terintegrasi, biogas dan kompos (Bringas).

“Dalam kegiatan ini, kami dari dua Program Studi yang berbeda, yaitu Pendidikan Biologi dan Program Studi Bimbingan Konselingdidampingi penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Gunung Kidul dan PPL dari Manisrenggo,” ungkap Wisnu.

Wisnu menambahkan, dalam praktek pembuatan pupuk, warga dibagi dalam empat kelompok. Pupuk yang dibuat yakni pupuk N dari air kencing sapi dan air kencing manusia, pupuk organik dari kotoran sapi, Em4 dari bonggol pisang, pupuk KCL dari sabut kelapa dan beberapa pestisida alami dari gabungan daun mimba, serai dan lengkuas, pestisida dari daun Babadotan (Ageratum conyzoides).

Sedangkan cara membuat pupuk dari air kencing sapi atau air kencing manusia yaitu Em4 sebanyak 250 cc dan tetes tebu 250 cc dicampur kedalam wadah yang kemudian ditambahkan air kencing sapi atau air kencing manusia sebanyak 5 liter, setelah itu ditutup rapat dan setiap 3 hari sekali diaduk. Pada hari yang ke 7 sudah bisa digunakan. Aplikasi penggunaannya yaitu 250 cc pupuk N hasil simpanan dicampur dengan 15 liter air (1 tangki) lalu disemprotkan pada tanaman padi.

Sementara salah satu Perangkat Desa Sukorini, Sunarto mengaku mendukung penuh program yang diberikan para mahasiswa USD. Menurutnya, pelatihan pembuatan pupuk organik sangat membantu kemajuan pertanian di Kecamatan Manisrenggo, karena mayoritas masyarakat Manisrenggo adalah petani.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS