0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

PROFIL UKM

Bahan Melimpah, Produsen Tempe Benguk Raih Berkah

- Timlo.net
dok.timlo.net/aris arianto

dok.timlo.net/aris arianto

Mbak Yuli tengah menggoreng tempe benguk

Wonogiri –  Sebagai daerah yang bertopografi perbukitan, wilayah Wonogiri banyak ditumbuhi berjenis tanaman semak. Beberapa diantaranya memiliki kandungan ekonomis cukup tinggi. Seperti Kara Benguk, yang oleh beberapa warga dimanfaatklan menjadi tempe.

Tempe Benguk, demikian warga menyebut Kara Benguk yang diolah sama persis seperti tempe kedelai. Mulai perendaman, pencucian, proses fermentasi (peragian), sampai kemasan nyaris sama layaknya tempe kedelai. Malah, cara menyajikannya serupa.

“Ada yang dibuat bacem, dibikin sayur, atau dijadikan tempe keripik. Kalau saya pilih dibuat tempe keripik Mas. Alasannya, tahan lama dan pasarannya luas, “ ungkap, produsen tempe benguk, Yulianti alias Mbak Yuli (38). Ia membuka usaha di rumahnya di pinggir Jl Melati 4, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Kota.

Ditemui Timlo.net,  Senin (11/3), Mbak Yuli memilih usaha olahan benguk lantaran bahan bakunya yang melimpah. Dan lagi, belum banyak wirausahawan lain menggeluti bisnis perbengukan.

“Masih bisa dihitung dengan jari, Mas. Apalagi bahannya sangat banyak di Wonogiri ini. Saya biasa mendapatkannya di pasar Baturetno, Jatisrono, Purwantoro, atau Pracimantoro,“ jelasnya.

Soal pemasaran, diakui perempuan berambut sebahu itu bukan sebuah hambatan serius. Para pedagang eceran di sekitaran Wonogiri Kota telah banyak yang mengambil ke tempatnya. Belum lagi, pedagang luar daerah, ikut pula kulakan. Seperti pedagang asal Ponorogo atau Pacitan (Jawa Timur).

“Modal untuk usaha benguk tidak banyak, Mas. Paling hanya untuk pembelian bahan baku,kayu bakar, beli minyak, plastik,daun pembungkus, dan kertas, itu saja. Kalau tenaga kerja sampai saat ini masih cukup ditangani keluarga sendiri. Alhamdulillah sudah bisa buat mencukupi kebutuhan keluarga,“ papar Yuli sembari memperkirakan kisaran modal dilevel ratusan ribu rupiah.

Camat Kota Wonogiri, Slameto Sudibyo menambahkan, usaha olahan Kara Benguk merupakan bentuk kesadaran masyarakat memanfaatkan lingkungan. Sebagai perwuujudan penrgerakan ekonomi kreatif pula. Dan tujuannya, telah pasti, peningkatan kesejahteraan keluarga.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS