0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Harga Pakan Malah Naik

Harga Sapi Turun, Peternak Boyolali Resah

- Timlo.net
dok.timlo.net/nanin

dok.timlo.net/nanin

Peternak sapi di Boyolali resah karena harga sapi di pasaran turun, sementara harga pakan naik

Boyolali – Harga sapi di Boyolali kini mengalami penurunan meski tidak drastis. Namun peternak sapi potong berharap harga sapi tidak terus mengalami penurunan. Pasalnya, penurunan yang sangat drastis akan berdampak sangat besar bagi peternak, mengingat harga pakan yang juga mengalami kenaikan.

Harga sapi yang semula mencapai Rp 9 juta, kini bisa diperoleh dengan harga Rp 8,5 juta – Rp 8,3 juta. Meski begitu, penurunan harga sapi tidak begitu banyak berpengaruh dengan transaksi sapi di Pasar Hewan Singkil, Boyolali Kota.

Penurunan harga juga diakui Widianto, peternak sapi asal Desa Mriyan, Kecamatan Musuk. Bedanya, dia hanya khusus menggemukkan anakan sapi atau pedhet (anak sapi). Ia biasa membeli pedhet berumur seminggu dari Jawa Timur.

Selanjutnya, pedhet dipelihara selama 4 – 5 bulan. “Dari harga awal saya beli Rp 2 juta untuk pedhet berumur seminggu, setelah saya pelihara 5 bulan bisa laku Rp 4 juta,” ungkap Widianto.

Harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Sebelumnya bisa laku Rp 5 juta, tetapi sekarang memang mengalami penurunan. Bila dihitung antara biaya pakan dengan penjualan, keuntunganya sangat minim. Pasalnya, selain membayar pekerja untuk merawat sapi dan mencari rumput, peternak juga harus mengeluarkan biaya untuk membeli seperti konsentrat dan katul. Untuk menghemat biaya, anakan sapi juga diberi minum susu segar.

Di sisi lain, dia mengakui, memelihara sapi anakan memiliki risiko tinggi. Selain telaten, resiko kematian sangat tinggi. Mengingat anakan sapi sangat rentan terkena penyakit diare terutama saat musim penghujan.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS