• Kamis, 24 Mei 2012
3G In Movement

Mahasiswa Semester 1 ISI Garap Timun Mas

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Minggu, 9 Januari 2011 | 16:15 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
Timun Mas - Aksi mahasiswa semester 1 dalam 3G In Movement.

Solo – 3G In Movement menjadi momentum bagi para mahasiswa jurusan seni tari ISI semester 1 unjuk kebolehan. Mereka mencoba menghadirkan sebuah pertunjukan tari yang berangkat dari cerita Timun Mas.

Berawal dari kisah Mbok Randa yang ingin mempunyai keturunan setelah sekian lama tidak mendapatkan seorang anak. Lalu ia meminta kepada sang raksasa untuk memberikannya keturunan asalkan dengan syarat ketika dewasa sang anak harus diberikan kepada raksasa untuk dimakan.

Setelah Timun Mas tumbuh dewasa, Mbok Randa tidak tega memberikan putri semata wayangnya kepada sang raksasa. Akhirnya setelah memohon bantuan sang kuasa, Timun Mas mendapatkan tiga benda yang berupa daun, benda cair dan lumpur.

“Ketika menebarkan daun kearah sang raksasa. Tiba-tiba daun itu menjadi hutan dan menghambat laju sang raksasa. Namun sang raksasa masih mengejar lalu dikeluarkan zat cair yang akan menjadi lautan air yang menenggelamkan raksasa. Masih dapat bertahan akhirnya Timun Mas mengeluarkan lumpur yang kemudian menenggelamkan sang raksasa,” tutur Dwi Rahmani, penanggung jawab tari yang juga sekaligus dosen tari ISI saat menjelaskan tentang isi repertoar tari tersebut, (7/1).

Dwi Rahmani menjelaskan bahwa klimaks dari pertunjukan tersebut ketika Timun Mas berhasil mengalahkan raksasa. “Ini adalah cerita bagaimana sebuah kebaikan berhasil mengalahkan kejahatan,” ujarnya.

Tarian yang ditarikan 43 penari ini menurut Dwi Rahmani banyak mengadopsi gerakan-gerakan tarian klasik. “Mereka masih semester 1 jadi gerakannya jangan yang rumit-rumit dahulu,” lanjutnya.

Selain Dwi Rahmani ada beberapa dosen yang juga membantu dalam penggarapan tarian tersebut. “Ada pak Samsuri, S.Kar, dan pak Nuryanto, S.Kar, M.Hum yang membantu. Yang jelas kami hanya mendampingi dan memberi bumbu, selebihnya itu merupakan kreasi mereka,” katanya.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Anita

    cerita yg tidak lekang dimakan jaman, nice

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125