Mahasiswa Semester 1 ISI Garap Timun Mas
Solo – 3G In Movement menjadi momentum bagi para mahasiswa jurusan seni tari ISI semester 1 unjuk kebolehan. Mereka mencoba menghadirkan sebuah pertunjukan tari yang berangkat dari cerita Timun Mas.
Berawal dari kisah Mbok Randa yang ingin mempunyai keturunan setelah sekian lama tidak mendapatkan seorang anak. Lalu ia meminta kepada sang raksasa untuk memberikannya keturunan asalkan dengan syarat ketika dewasa sang anak harus diberikan kepada raksasa untuk dimakan.
Setelah Timun Mas tumbuh dewasa, Mbok Randa tidak tega memberikan putri semata wayangnya kepada sang raksasa. Akhirnya setelah memohon bantuan sang kuasa, Timun Mas mendapatkan tiga benda yang berupa daun, benda cair dan lumpur.
“Ketika menebarkan daun kearah sang raksasa. Tiba-tiba daun itu menjadi hutan dan menghambat laju sang raksasa. Namun sang raksasa masih mengejar lalu dikeluarkan zat cair yang akan menjadi lautan air yang menenggelamkan raksasa. Masih dapat bertahan akhirnya Timun Mas mengeluarkan lumpur yang kemudian menenggelamkan sang raksasa,” tutur Dwi Rahmani, penanggung jawab tari yang juga sekaligus dosen tari ISI saat menjelaskan tentang isi repertoar tari tersebut, (7/1).
Dwi Rahmani menjelaskan bahwa klimaks dari pertunjukan tersebut ketika Timun Mas berhasil mengalahkan raksasa. “Ini adalah cerita bagaimana sebuah kebaikan berhasil mengalahkan kejahatan,” ujarnya.
Tarian yang ditarikan 43 penari ini menurut Dwi Rahmani banyak mengadopsi gerakan-gerakan tarian klasik. “Mereka masih semester 1 jadi gerakannya jangan yang rumit-rumit dahulu,” lanjutnya.
Selain Dwi Rahmani ada beberapa dosen yang juga membantu dalam penggarapan tarian tersebut. “Ada pak Samsuri, S.Kar, dan pak Nuryanto, S.Kar, M.Hum yang membantu. Yang jelas kami hanya mendampingi dan memberi bumbu, selebihnya itu merupakan kreasi mereka,” katanya.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Dihalang-halangi, Hangabehi Lapor P...
- Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Foto Penampakan Gegerkan Warga...
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil...
- Car Free Day kok Sepi?


Hangabehi dan Tedjowulan Masuk Sasa...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
cerita yg tidak lekang dimakan jaman, nice