0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Software untuk Tuna Netra

- Timlo.net

Solo – Keterbatasan penglihatan bukanlah suatu penghalang bagi keenam siswa SMKN 8 Solo untuk melanjutkan pendidikannya. Meski terkadang merasa terpinggirkan namun jiwa semangat untuk tetap belajar dan berprestasi tetap tumbuh.

Raditya Huda Abdullah salah satu siswa kelas XI SMKN 8 Solo  ini meski bercita-cita menjadi guru, namun Raditya juga tekun mempelajari hobinya yakni di bidang musik. Untuk mendukung kemampuannya Raditya belajar beragam software pengembangan teknologi informasi (IT).

Keterampilan tanggannya dalam mengetik dan membuka beragam program di laptop miliknya juga terbilang lancar layaknya siswa pada umumnya. Bahkan ia juga kerap memaikan sejumlah games untuk tuna netra. ”Sering juga membuka facebook dan main game sudah sampai level 6, bahkan sampai tuntas,” katanya saat ditanyai Timlo.net, Selasa (12/2).

Tak ingin dikucilkan di lingkungan masyarakat, siswa jurusan karawitan ini ingin memiliki keterampilan yang agar dirinya bisa sama dengan anak pada umumnya. komposer music merupakan salah satu hobi yang sampai saat ini ia geluti. “Dengan software yang diajarkan di sekolah ini kita bisa dengan mudah memainkan jenis alat musik hanya dengan laptop,” katanya.

Mengingat kemauan dari Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMKN 8 Solo, berupaya memfasilitasi agar siswa tersebut mampu dalam hal teknologi informasi. Melalui pelatihan aplikasi teknologi informasi untuk tuna netra yang digelar SMK 8, bertujuan agar mampu menyetarakan siswa tuna netra dengan siswa regular. ”Kami sebagai salah satu sekolah inklusi berupaya menyamakan agar anak-anak inklusi juga mendapat layanan yang sama,” kata Kepala SMKN 8 Solo Drs Ties Setyaningrum MPd MM.

Dalam pelatihan tersebut siswa dikenalkan software Sonar dan Jaws Sonar. Software ini biasanya juga digunakan untuk umum, akan tetapi software ini juga mudah diaplikasikan bagi tuna netra. “Software tersebut mampu membuat komposisi musik dalam bentuk midi, partitur ataupun audio. Dengan teknologi itu, komposisi musik yang dibuat siswa tunanetra melalui alat musik kibor yang dihubungkan dengan komputer atau laptop yang sudah ada software Sonar,” kata Agus Putranto, salah satu instruktur dari Yayasan Anak Tunanetra Klaten.

Pria yang juga menyandang tuna netra ini menambahkan, dengan adanya software tersebut siswa bisa mengkomposisi musik di kibor, kemudian data komposisi tersebut tersimpan di komputer dalam bentuk digital. Bentuk tersebut bisa di print out dalam bentuk partitur, audio maupun teks biasa.

Selain itu siswa juga diberikan kemudahan melihat gambar dalam bentuk JPG. Dengan screen reader dalam aplikasi JAWS, gambar bisa diterjemahkan dalam bentuk audio dan disimpan dalam MP3 dan MP4 sehingga dengan mudah bisa dimasukkan ke handphone.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS