• Kamis, 24 Mei 2012
6,9 Juta Kl Mitan Ditarik

Pemerintah Klaim Konversi Hemat Rp 11 Triliun

Andi Penowo - Timlo.net
Selasa, 14 Desember 2010 | 22:51 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Andi Penowo
Media Gathering sistem distribusi tertutup LPG 3 kg dengan kartu kendali bersama Dirjen Migas, DR Ing Evita Herawati Legowo dan Walikota Surakarta, Joko Widodo, di Rumah Dinas Walikota, Selasa (14/12)

Solo – Pemerintah melalui Dirjen Migas mengklaim, secara nasional program konversi minyak tanah (Mitan) ke LPG 3 kg telah menghemat subsidi hingga Rp 11 triliun. Sementara itu, sejak direalisasikan pada 2007 hingga 2010, netto penghematan mencapai Rp 25 triliun.

Adapun untuk subsidi ke sektor lain, dana tersebut masuk ke kas negara yang alokasinya diarahkan ke sektor pendidikan dan kesehatan. Sementara itu, selama hampir tiga tahun program konversi, hingga November 2010, pemerintah telah menarik 6,9 juta kl Mitan.

Dari 9,9 juta kl pasokan Mitan, sedianya pemerintah akan menarik secara bertahap hingga menyisakan 1,5 juta kl Mitan di pasar nasional. Volume tersebut akan tetap terdistribusi di pasar, khususnya di daerah-daerah yang tidak memungkinkan dilakukan konversi dengan LPG 3 kg.  

“Target konversi, yakni adanya pengurangan konsumsi Mitan dari 9,9 juta kl menjadi 1,5 juta kl serta pendistribusian paket perdana LPG 3 kg sebanyak 52,9 juta paket sampai dengan 2010,” papar Dirjen Migas, DR Ing Evita Herawati Legowo, di hadapan wartawan, di sela-sela kunjungan kerja, di Rumah Dinas Walikota, Selasa (14/12).

Evita menambahkan, sesuai Perpres No. 104/2007 tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG 3 kg, maka penerima paket perdana LPG, yakni rumah tangga dan usaha mikro. Terkait hal ini, pihaknya menyatakan, pemerintah mulai melakukan penataan kembali dengan menerapkan teknologi informasi dan law enforcement agar realisasi program konversi dapat tepat sasaran.

“Untuk itu, masyarakat yang dapat kartu kendali sesuai dengan Daftar Penerima Paket Perdana (DP3) selanjutnya dilakukan verifikasi,” kata Evita. Berdasarkan hasil verifikasi tersebut, dari 137.071 warga Surakarta yang masuk dalam DP3, 95 % di antaranya lolos verifikasi dengan jumlah 130.352 orang.

Menanggapi kemungkinan terjadinya kelangkaan LPG, Evita menyatakan, pemerintah bekerjasama dengan Pertamina dan Hiswana Migas selalu melakukan pemantauan dan pengawasan untuk minimalisasi kelangkaan. Kepada masyarakat, pihaknya lantas mengimbau, “Mari kita menghemat energi bahan bakar dan listrik serta berani dengan diversivikasi energi.”

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Rogo Monti

    Ya.. ya mari..hemat energi alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan PLN

iklan innity

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm

iklan monex indonesia

iklan bank jateng

iklan JS 300×125