0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Pembangunan Pabrik Semen di Wonogiri Salahi RTRW

- Timlo.net
dok.timlo.net/aris arianto

dok.timlo.net/aris arianto

Otniel Moeda, Kabid Pengkajian Dampak dan Pengembangan Teknologi Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jateng.

Wonogiri –  Rencana pembangunan pabrik semen di Giriwoyo, Wonogiri dikatakan tidak sesuai dengan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kabupaten Wonogiri. Daerah yang akan dijadikan lokasinya tidak dalam kawasan peruntukan industri besar dan menengah.

Menurut Perda (Peraturan Daerah) Nomor 9 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Wonogiri tahun 2011-2031 pasal 32, wilayah kecamatan Giriwoyo tidak termasuk dalam kawasan industri. Baik industri menengah dengan luas 240 hektar dan besar seluas 800 hektar.

“Berarti tidak sesuai dengan Perda RTRW, padahal sesuai Peraturan Pemerintah nomor 27 Tahun 2012 tentang ijin lingkungan, untuk mendapatkan Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) lokasi harus sesuai RTRW. Dengan kata lain, tidak bisa diterbitkan Amdal terkait rencana pembangunan pabrik semen di Giriwoyo itu,” ungkap Otniel Moeda, Kabid Pengkajian Dampak dan Pengembangan Teknologi Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jateng.

Pernyataan Otniel disampaikan dalam kegiatan tinjauan dan kajian lingkungan hidup terhadap rencana pembangunan industri semen Giriwoyo, Wonogiri di Ruang Humas Setda setempat, Jumat (28/12). Acara diikuti segenap SKPD terkait rencana pendirian pabrik semen.

Solusi atas permasalahan itu, lanjut Otniel, semestinya dibuat Perda Zonasi khusus pertambangan semen. Bisa juga dengan merevisi Perda RTRW.

Sebagaimana diungkapkan Bupati Danar Rahmanto beberapa waktu lalu, ada rencana pendirian pabrik semen di sekitar lokasi karst tenggara Wonogiri. Setelah dilakukan pemetaan mendetail, lokasi tepat berada di Giriwoyo. Sedangkan lokasi penambangan di Giritontro dan Giriwoyo.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS