252 Jiwa Pengungsi Merapi Mulai Mudik
Klaten –Sebanyak 252 jiwa pengungsi korban Gunung Merapi di penampungan Depo Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IV, Diponegoro, Klaten, Sabtu (11/12), pulang ke rumah masing-masing di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten.
Dari sejumlah itu ada 79 Kepala Kerluarga (KK), masing-masing RT 005 sejumlah 15 KK, RT 007 sejumlah 24 KK, RT 008 sejumlah 20 KK, RT 009 sejumlah 13 KK, dan RT 016 sejumlah 7 KK. Mereka diangkut dengan menggunakan 10 truk bantuan dari pemerintah setempat.
“Mereka ingin pulang atas keinginannya sendiri. Hanya sedikit warga Balerante yang masih bertahan di penampungan, yaitu warga yang kondisi rumahnya rusak parah, masing-masing RT 001, RT 002, RT 003, RT 004, RT 006,” kata Kepala Dusun Balerante Jainun.
Meski demikian, katanya, sebagian warga Balerante yang masih tinggal di penampungan juga akan dipulangkan, tapi dalam waktu yang belum ditentukan, mengingat kondisi rumah mereka yang rusak parah. “Mereka tetap akan pulang jika hunian sementara di Balerante sudah jadi,” katanya.
Pantauan dilapangan, sebelum meninggalkan penampungan, sejak pagi hari para pengungsi sudah mengemasi barang-barangnya. Mereka juga menata dan membersihkan sudut-sudut ruangan penampungan. Terlihat sebagian pengungsi terutama perempuan, sempat meneteskan air mata ketika hendak meninggalkan penampungan.
Usai jamuan makan, sejumlah truk yang sudah disiapkan satu persatu mengangkut mereka kembali ke rumah masing-masing. Ada sebagian diangkut dengan menggunakan sepeda motor. Bahkan beberapa relawan yang selama ini melayani pengungsi, turut mengantar hingga ke desa mereka.
Sementara itu, sepanjang pagi hingga siang hari, Gunung Merapi tampak tertutup mendung cukup tebal. Meski kondisi Merapi sudah relatif aman, namun warga Balerante tetap harus waspada datangnya hujan abu yang diakibatkan aliran lahar dingin dari Kali Gendol. “Memang beberapa hari terakhir ini masih terjadi hujan abu. Namun bukan berasal dari Gunung Merapi melainkan aliran lahar dingin dari Kali Gendol yang bercampur air sehingga menimbulkan gumpalan abu yang berterbangan,” imbuh Jainun.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Akhirnya, Hangabehi dan Tedjowulan ...
- Mbah Liem Wafat, Dimakamkan Malam J...
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Boyolali Diringkus
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Foto Penampakan Gegerkan Warga...
- Terlalu Manja, Impian Masuk IPL...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil...
- Car Free Day kok Sepi?


Akhirnya, Hangabehi dan Tedjowulan ...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota