• Kamis, 24 Mei 2012
Harga Terjangkau, Netbook Laris di Pasaran

Netbook Kuntit Laju Transaksi Notebook

Andi Penowo - Timlo.net
Kamis, 9 Desember 2010 | 23:00 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Andi Penowo
Suasana Pameran Komputer Apkom Yess 2010! Yang digelar Apkomindo Solo di Diamond Solo Convention Center, Sabtu-Rabu (4-8/12)

Solo – Pangsa pasar netbook belakangan kian berkembang, terbukti dari besarnya angka penjualan yang mampu menguntit laju transaksi notebook. Selain harga relatif terjangkau, produk Information and Communication Technology (ICT) ini juga menyediakan kemudahan untuk berbagai aplikasi.

Market share netbook yang makin tumbuh ini tampak pada Pameran Komputer Apkom Yess 2010! yang dihelat Apkomindo di Diamond Solo Convention Center, Sabtu-Rabu (4-8/12). Permintaan netbook kini hampir sepadan dengan angka penjualan notebook. Diprediksi laju transaksi mini notebook ini akan semakin bergairah lantaran inovasi kian berkembang serta telah menjadi tren kebutuhan.

Dipaparkan karyawan pemasaran Prima Komputer, Agustinus, kepada Timlo.net, perbandingan permintaan netboook dengan notebook saat ini hampir mendekati 50 banding 50. Menurutnya dengan perkembangan netbook, menjadikan pangsa pasar produk ICT ini kian ramai. Banderol harga yang relatif terjangkau, ditengarai menjadikan notebook laris manis di pasar ICT.

Adapun netbook yang banyak diburu pengunjung pameran, yakni yang dibanderol pada kelas harga Rp 2,5 juta-Rp 3 juta. Dalam transaksi Apkom Yess 2010!, Agustinus mengungkapkan, netbook membukukukan angka penjualan di atas seratus unit, hampir setara dengan penjualan notebook.

Sementara di stand Lenovo Risc Computer, bahkan lebih dari 50% transaksi dibukukan netbook. Produk ini terbukti mampu mengungguli market share notebook yang lebih dulu berkembang. Sebagaimana diakui karyawan purchasing Risc Computer, Yuli R, lebih dari 50% penjualan produk Lenovo didominasi netbook. Menurut dia, angka penjualan netbook Lenovo selama pameran mampu menembus 150 unit.

Lantaran tingginya permintaan netbook, kata Yuli, konsumen harus indent akibat kehabisan stok. Kian pesatnya permintaan produk netbook, dikatakan dia, telah memberi kontribusi pertumbuhan produk ICT tersebut hingga 10%. “Kendati pasar ICT tumbuh, namun sejumlah vendor memprediksi tahun depan laju transaksi akan stagnan, khususnya di Indonesia. Ini karena kebutuhan ICT untuk rumah tangga tidak ada permintaan lagi,” pungkasnya, Rabu (9/12).

         

Berita Terkait

Komentar

  1. aduar

    netbook dan notebook lain ya…?heheh

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan PLN

iklan innity

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm

iklan monex indonesia

iklan bank jateng

iklan JS 300×125