Public Relations Harus Pandai Memilih Radio
Solo – Radio mempunyai pendengar yang spesifik. Selain berfungsi sebagai media penyampai informasi, pendidikan dan menghibur, kini fungsi radio juga dijadikan sebagai media promosi oleh seorang Public Relations dalam menyampaikan pesan atau informasi dari perusahaannya.
Untuk itu, sebagai Public Relations harus pandai-pandai memilah dan memilih radio yang programnya cocok dengan pesan iklan yang akan disampaikan.”Kekuatan Public Relations sebagai konsumen sangat kuat. Untuk itu kalau memasang iklan jangan dilihat harganya, tapi lebih dilihat dengan kedekatan internalnya,” ujar General Manager jaringan Radio Prambors Female Solo, Jogja, Semarang, Sapto Adinugroho dalam diskusi ke-PR-an bertajuk 'Radio Masih Ada? (Membangun Strategi Beriklan Radio dengan Efektif), di Pipas Karaoke Hall Lorin Business Resort & Spa, Senin (29/11).
Menurut Sapto, konsumen harus mendikte kepada marketing sebuah radio, artinya pemasang iklan berhak untuk memilih waktu siaran. “Misalnya saja jika kita memasang iklan di radio jangan sekali-kali dimunculkan diwaktu akan jedah iklan, melainkan dipasang seusai lagu,” paparnya.
Ia menjelaskan, radio merupakan media intrusif, artinya iklan dapat hadir di tengah siaran tanpa mengakibatkan orang beralih ke siaran lain. Hal ini menyebabkan radio memiliki efektivitas untuk menyela perhatian pendengar dan menciptakan minat.
Bagi seorang Public Relations, lanjut Sapto, jangan selalu mengandalkan pengiriman fax saja. Lebih efektif jika melakukan pendekatan ke internal radio. Biaya produksi iklan radio rendah dibandingkan iklan di media lain. Radio merupakan media yang fleksibel dibandingkan media cetak karena dapat dinikmati sambil melakukan kegiatan lain.
Sementara itu, menurut Dosen Universitas Respati Yogyakarta yang telah menyelesaikan thesisnya dengan mengambil judul Strategi Promosi Grup Band Padi yang Bertumpu pada Media Iklan Radio, Drs. Pandapotan Rambe,M.Si, mengungkapkan, kondisi radio di Solo saat ini sedang koma. Artinya, pendengarnya sangat minim. “Berbeda dengan di daerah Bandung atau Jakarta yang masyarakatnya sangat hobi mendengarkan radio,” ungkapnya.
Menurut, Pandapotan, sebenarnya radio merupakan media yang tidak musiman. Radio menawarkan peluang kreatif yang unik bagi pembuat iklan dan radio juga memiliki jangkauan yang baik hingga kalangan pedesaan. “Sebagai Public Relations harus pandai-pandai melihat peluang agar iklan yang disampaikan melalui radio mampu menyedot perhatian pendengarnya,” imbuhnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Ini Dia, Guru dan Kepala Sekolah Be...
- Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
- Sopir Ngantuk, Truk Tronton Nggolin...
- Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
- Komik Jepang dan Korea Digemari ABG...
- Pasoepati Akan Ngluruk ke Cilacap
- Mengenang 6 Tahun Gempa di Monumen ...
- Anak SD Rame-rame Tolak Lady Gaga
- Ditabrak Truk, Bus Serba Mulya Nyun...
- DPU Solo Bentuk Satgas Khusus Penar...
- Juwangi Jadi Sasaran TMMD
- Bus kok Numpaki Pembatas Jalan?
- Pengedar Ganja Boyolali Diringkus
- Inilah, Ikrar Para Penjual Ciu
- Buku “Kisah Menarik Masa Keci...
Berita Terpopuler
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- KGPH Puger Ambil Alih Tugas Sinuhun...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan


Mau Masuk Keraton, Hangabehi –...
Hangabehi dan Tedjowulan Kompak Ket...
Inilah Kronologi Penandatanganan Re...
Kerabat Kusumowandowo Ingin Diperte...
Besok, Hangabehi-Tedjowulan Bertemu...
Kerabat Keraton Datangi Balaikota
KPH Satriyo: Sinuhun Hangabehi Dire...