0271-3022735 redaksi@timlo.net
default-logo

Eksekusi Untung Belum Jelas, Kajari Hanya Bisa Konsultasi

- Timlo.net
dok.timlo.net/agung

dok.timlo.net/agung

Kepala Kejaksaan Negeri Sragen Gatot Gunarto

Sragen – Mantan Bupati Sragen Untung  Wiyono Sarono Sukarno hingga kini belum menampakkan batang hidungnya terkait panggilan ketiga yang dilayangkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen kepadanya. Sementara Kejari Sragen pun belum mengambil tindakan apa pun perihal ketidakhadiran Untung tersebut.

Kejari lebih memilih berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah untuk mengambil langkah selanjutnya. Harusnya Untung dalam surat panggilan ketiga, harus dieksekusi pada tanggal 5 Desember 2012 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen, Gatot Gunarto, ketika dicegat wartawan usai menghadiri dialog dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat di Mapolres Sragen, Selasa (11/12) menyatakan, pihaknya akan melaporkan terlebih dahulu tentang ketidakhadiran terpidana Kasda sebesar Rp 10,5 miliar tersebut kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah.

“Makanya besok hari Rabu (12/12) itu saya mau ke Semarang untuk melaporkan hasilnya yang kemarin (hari Rabu, 5 Desember –Red). Jadi yang saya sampaikan ke Kajati bahwa terpidana Pak Untung harus menjalani hukuman di LP Kedungpane sesuai putusan,” kata Gatot.

Namun, Gatot mengakui selama ini pihaknya juga telah berkomunikasi dengan kuasa hukum Untung Wiyono untuk membicarakan masalah eksekusi. Hal itu juga menurutnya yang akan dilaporkan kepada Kajati. Dia menolak kalau dikatakan lamban dalam penangnan kasus mantan penguasa Sragen tersebut. Namun di sisi lain Gatot mengaku sudah memperoleh jawaban dari Kajati perihal penempatan penjara Untung jika sudah dilakukan eksekusi.

“Saya tidak bisa melangkah sendiri, harus berkoordinasi dengan Kajati. Mengenai eksekusi, jawaban dari Kajati terpidana tetap menjalani eksekusi di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS