0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Ditolak Pedagang, Konsultasi Publik Amdal Pasar Klewer Dibatalkan

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/Daryono

Dok.Timlo.net/Daryono

Pedagang Pasar Klewer menolak konsultasi publik Amdal Pasar Klewer. penolakan itu menyebabkan konsultasi publik itu akhirnya dibatalkan

Solo – Konsultasi Publik perihal analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) Pasar Klewer yang digelar di Hotel Dana, Sabtu sore (8/12) batal digelar. Pasalnya, pedagang pasar Klewer menolak konsultasi publik Amdal digelar sebelum ada kejelasan terkait hasil feasibility study(FS) Pasar Klewer.

Konsultasi publik tersebut dimulai pukul 16.00 WIB dengan dibuka oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Solo, Harjanta. Namun, ketika akan disampaikan pemaparan kajian Amdal oleh Tim Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Tengah, pedagang mulai menyampaikan keberatan atas digelarnya konsultasi publik Amdal tersebut. “ Kami mempertanyakan FS yang kami anggap belum selesai. FSnya belum selesai kok ini konsultasi kajian Amdal ?. Seharusnya FS diselesaikan dulu baru kemudian kajian Amdal,” ungkap Eko, salah seorang pedagang.

Menanggapi keberatan pedagang itu Harjanta mencoba memberikan penjelasan bahwa FS sudah selesai dan aspirasi dari pedagang terkait masukan-masukan sudah diperbaiki konsultan. “ FS sudah selesai. Dokumennya ada di kantor. Bapak Ibu bisa mengaksesnya,” jawab Harjanta.

Sontak jawaban Harjanta yang menyatakan bahwa FS sudah selesai membuat pedagang kembali melakukan protes.. “Belum, FS belum selesai. Hasilnya seperti apa kami tidak tahu,” sahut pedagang.

Mendapat penolakan pedagang, Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Solo, Subagyo yang juga hadir mencoba memberikan pengertian kepada pedagang.  Subagyo menjelaskan bahwa forum tersebut bukan untuk mengatakan soal setuju atau tidak setuju terkait FS, Namun forum itu untuk melihat kajian Amdal untuk kemudian pedagang memberi masukan.

“ Ini bukan soal setuju atau tidak setuju, bukan di sini tempatnya. Bapak ibu kita undang ke sini untuk memberikan masukan terkait kajian Amdal untuk kemudian dicermati. Ini merupakan tahapan yang harus dilalui, untuk kemudian dikoreksi  dan memberi masukan,’ ujarnya.

Alih-alih menerima penjelasan yang disampaikan, pedagang tetap menolak adanya konsultasi publik. “ Berdasarkan surat dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) No 005/BLH/11/1680 tanggal 24 Oktober2012 kepada Kepala Bappeda Solo dinyatakan FS belum selesai sehingga kajian Amdal belum bisa dilakukan. “ Kami berpegang pada surat ini. Harusnya FS diselesaikan dulu baru kemudian kajian Amdal,” ujar Eko.

Setelah melalui diskusi yang alot selama satu jam dan terus mendapat penolakan dari pedagang, akhirnya konsultasi publik tersebut ditutup dan dibatalkan.

 

Berita Terkait

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS