0271-3022735 redaksi@timlo.net
Timlo.net

Ngalap Berkah, Ritual Buka Luwur Pantaran

- Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Nanin

Dok.Timlo.net/ Nanin

Setiap pengunjung yang ada dilokasi makam bebas menikmati makanan yang disediakan warga dalam ritual Buka Luwur di Pantaran, Boyolali, Jumat (7/12).

Boyolali — Tradisi Buka Luwur di Makam Syech Maulana Malik Magribi Pantaran Ampel Boyolali, Jumat (7/12), seperti tahun-tahun sebelumnya selalu ramai dikunjungi masyarakat. Baik yang datang dari wilayah Boyolali maupun luar kota seperti Salatiga, Semarang, Klaten dan Wonogiri. Masyarakat yang datang dalam tradisi turun temurun tersebut ngalap berkah di makam salah satu penyiar agama islam di Lereng Merbabu.

Tradisi Buka Luwur atau kelambu penutup Makam Syech Maulana Malik Magribi digelar tiap Jumat Kliwon bulan syuro, sebelumnya dilakukan kirab tumpeng dan hasil bumi dari rumah tokoh masyarakat setempat menuju ke makam. Setelah di makam di lakukan doa bersama, dzikir, baru kain lurup di makam Syech Maulana diganti.

Sementara selama prosesi berlangsung, masyarakat sekitar yang datang ke lokasi membawa makanan yang ditaruh dalam tenong atau wadah bambu. Beragam makanan tersebut nantinya dibagikan kepada pengunjung. Setiap pengunjung yang ada dilokasi makam bebas menikmati makanan yang disediakan warga. Mereka bahkan ada yang membawa pulang.

“Iya tadi minta sama warga, ini saya bawa pulang, nanti saya taruh di sawah saya, biar panen berhasil,” ungkap Sutarno, warga Salatiga, yang sengaja datang ke ritual buka luwur untuk ngalap berkah agar panenanya berhasil.

Masyarakat luar yang datang ke lokasi, mempercayai makanan dan kain lurup yang dibagikan akan mendatangkan berkah tersendiri. Bahkan untuk mendapatkan itu semua, beberapa diantaranya sudah menginap di komplek makam yang berada di Lereng Gunung Merbabu.

Disisi lain, Assisten 2 Pemkab Boyolali, Juwaris, mengaku selain tradisi turun temurun, buka luwur ini sekaligus digunakan untuk mempersatu persaudaraan diantara warga.

Komentar Anda

Tinggalkan Pesan

*

KEMBALI KE ATAS