0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Perupa Kepatihan Gelar Workshop Stensil

Workshop Stensil (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Sering kita melihat wajah seseorang tertempel di tembok pinggir jalan dengan dominasi warna hitam seolah mempertegas sosok orang tersebut. Wajah dengan penciptaan teknik cat semprot (air brush) itu merupakan sebuah sajian seni dari salah satu cabang seni rupa yaitu stensil.

Baru-baru ini sebuah komunitas bernama Kelompok Perupa Kepatihan (Koper-K) mengadakan workshop tentang cara membuat wajah dengan menggunakan teknik stensil. Berlangsung di Kepatihan Art Space, belasan pelajar tingkat SMA maupun mahasiswa terlihat semangat mengikuti kegiatan tersebut. Dipandu oleh dua orang penggerak kelompok tersebut yaitu Dimas Dimpil Dempul dan Wahyu Eko Prasetyo mereka saling menciptakan karya stencil. Tidak hanya seni stensil, workshop tersebut juga mengajarkan cutting paper.

“Penggunaan teknik stencil ini dulunya hanya terbatas pada kalangan industri, seperti untuk sablon, pembuatan tanda instansi, ataupun tanda plat kendaraan. Namun kini, seni stencil telah berkembang lebih jauh dari itu. Sebagai salah satu bagian dari Street Art, kontribusi stensil di ruang publik juga sering dijadikan sebagai alat propaganda,” ujar Wahyu Eko Prasetyo saat ditemui Timlo.net, Senin (4/12).

Sampai saat ini perkembangan seni stensil di Kota Solo belum mendapatkan pengapresiasian yang baik dalam ranah seni visual maupun grafis. Sehingga untuk menjadi setara dengan karya lukis masih sangat jauh.

“Kami saat ini ingin mengangkat stensil ini setara dengan dengan karya seni rupa lain seperti seni lukis,” ungkapnya.
Berbeda dengan stensil, untuk cutting paper keindahan seni dinilai dari masternya. Sedangkan stensil dari cetak saringan master tersebut.
“Sebenarnya hampir sama kedua seni tersebut yaitu sama-sama menggunakan teknik sayat. Namun untuk stencil cenderung dinilai pada hasil cetak saringnya, sedangkan cutting paper pada kertas masternya,” tambahnya lagi.
Dalam penyajiannya juga berbeda, apabila stensil bisa dinikmati dimana saja, tapi untuk cutting paper biasanya diletakkan pada bingkai berwarna hitam, sehingga mempertegas dari sayatan pada master plat kertasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge