• Kamis, 24 Mei 2012
Pengokohan Kepentingan Politik dan Ekonomi AS

HTI Tolak Obama

Andi Penowo - Timlo.net
Minggu, 7 November 2010 | 18:40 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Andi Penowo
Aksi massa HTI di bundaran Gladak, Minggu (7/11), terkait penolakan rencana kunjungan Presiden AS, Barack Obama, ke Indonesia 9-10 November 2010

Solo – Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Soloraya kembali melakukan aksi turun ke jalan terkait rencana kunjungan Presiden AS, Barack Obama, ke Indonesia pada 9-10 November mendatang. Aksi penolakan Obama yang digelar di bundaran Gladak, Minggu (7/11), diserukan massa HTI lantaran Presiden pengganti George W Bush ini dinilai hanya akan mengokohkan  kepentingan politik dan ekonomi Amerika di Indonesia.

Kunjungan Presiden AS, Barack Obama, ke Indonesia sebenarnya hanya untuk memastikan bahwa Indonesia tetap dalam orbit pengaruhnya. Secara politik tetap menganut sistem dan ideologi sekuler. Sementara secara ekonomi, kepentingan ekonomi AS tetap terjaga. Artinya, kunjungan Presiden Obama akan semakin mengokohkan penjajahan (tidak langsung) AS atas Indonesia.

Naskah Kemitraan Komprehensif yang ditandatangani Obama dan Presiden SBY diyakini justru akan semakin mengokohkan genggaman negara imperialis itu. Dengan kata lain, Kemitraan Komprehensif membuka jalan bagi penjajahan komprehensif. Maka, di tengah banyaknya bencana yang tengah melanda, kehadiran Presiden Barack Obama tak pelak bakal menimbulkan bencana yang lebih dahsyat lagi, yakni makin kokohnya penjajahan AS atas negeri ini. Demikian disampaikan Juru Bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto. 

Penolakan Ormas HTI terhadap rencana kunjungan Obama juga dikarenakan AS dianggap telah secara sengaja memusuhi Islam dengan semua tindakan brutal atas sejumlah negeri muslim seperti Irak, Afghanistan dan di perbatasan Pakistan-Afghanistan termasuk di Indonesia.

Terkait hal ini, Yusanto, menyerukan penerapan syariah Islam di bawah naungan khilafah. “Hanya dalam kehidupan seperti itu saja, izzul Islam wal muslimin termasuk perlindungan terhadap negeri-negeri muslim dan harkat, martabat serta kehormatan umat Islam bisa diwujudkan,” serunya.

Ditemui di sela-sela aksi, Humas DPD HTI Soloraya, Sarwidi, kepada wartawan  menyampaikan, “Melalui aksi ini HTI mencoba melakukan penyadaran kepada masyarakat bahwa musibah itu bukan hanya bencana, tapi juga penjajahan oleh AS atas negeri-negeri muslim. Maka penguasa harus menolak Obama sebagai penjajah karena kedatangan Obama dalam rangka mengokohkan penjajahannya.”

Sarwidi menambahkan, kita harus menolak Obama karena kedatangannya dalam rangka tidak menolong. Bantuan yang ditawarkan ternyata adalah hutang, untuk itu kita beri penyadaran kepada penguasa bahwa kedatangan Obama hanya akan memberi dampak negatif.

Terkait aksi penolakan kunjungan Obama, dikatakan Sarwidi, aksi serupa juga digelar di depan Kantor Kedutaan Besar AS, Jakarta. HTI juga telah mengirim surat ke Presiden SBY untuk melakukan penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden AS, Barack Obama.    

  

         

Berita Terkait

Komentar

  1. peyo

    Sekalian tolak produk Amerika, termasuk Microsoft, FB, Twitter, Google.

  2. fatiha

    biasanya yang lagi bangkrut datang ke kita ya mau ngapain lagi kalo bukan untuk minta uang. Tapi bagi negara seimperialis AS rasanya mustahil sesantun itu tuh.. umat wajib melek politik biar ga jadi korban terus! Allahuakbar!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan pdam solo

iklan pln

iklan mettafm